Bucket List

Tags

, , , , , ,

Bucket list, resolusi dan semua yang lain-lain. Semoga ada kesempatannya ya…

InsyaAlloh 2019, lebih baik lagi. 😊

atviana

Advertisements

Filosofi Kehidupan

Tags

, , , , ,

Assalamualaikum wr wb.

Ini postingan dadakan, nggak ada niat bikin postingan tetapi Ya Alloh, gw kayak abis dapet ilham jadinya ya udah yuk kita share ilmunya.

Malam ini one of my good friend @firdana.ayu setelah diskusi panjang ngalor ngidul me-mention soal Filosofi Kehidupan, bahwa kegagalan-kegagalan yang kita temui adalah cara Alloh untuk mengarahkan kita kepada hal yang baik dan benar.

Dan ini benar adanya.

Continue reading

this is it

going solo all the way down the road

this is it

Melalui jalan ini adalah mimpi paling buruk yang menjadi nyata. Mimpi yang tidak sekalipun pernah saya impikan.

Anggap saja sebagai sebuah pengingat bahwa sejatinya akan selalu ada individu-individu berkelakuan sekelas sampah yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai amoral, minim belas kasih dengan akal sehat yang diletakkan di selokan.

Sebuah pengingat yang mahal sekali harganya.

Semoga kiranya hidayah diturunkan atasmu dan keluargamu, karena perhitungan Tuhan itu sebuah keniscayaan.

August 6, 2018

picture borrowed from favim.com

Shifting to work with Smartphone

Tags

, , , , , , , ,

Assalamu ‘alaikum wr wb.

Hello my dear good readers, hope you are all okay. Gimana tadi malem hujan nggak? Di sini hujan non stop dari kemarin. Reda sesekali tapi tetap berlanjut hingga tengah malam. Tapi meakipun begitu Apalo tetep aja pengen bobok nyalain ac, kalo dimatiin dia otomatis bangun. Ini seriusan. Apa gw bawa aja ya anaknya ke daerah winter-winteran gitu biar cocok.

Sorry ya, gw selalu membuka postingan dengan ngomongin cuaca, karena jujur, the first thing I wanna share is the weather, yang mana kita ketahui bersama di Indonesia raya ini satu daerah dengan daerah lain sendiri-sendiri kondisi cuacanya. Belum lagi bagian-bagian bumi lain. Iya nggak? 😁

Hal yang baru saya sadari akhir-akhir ini ketika full menjadi stay at home mom for the past year—yang kadang-kadang masi nyambi ngerjain kerjaan orang si kalo diminta tolong, tapi frekuensi nya kecil. Adalah, saya jarang menggunakan perangkat-perangkat heboh kalo nggak kepepet dan shifting to smartphone

Continue reading

satu tahun sudah

Ternyata setahun telah berlalu, dari titik di mana saya disadarkan kepada kenyataan.
Yang mulanya adalah ketidaktahuan nan lugu semerta-merta terganti pengetahuan buas yang merenggut jantung dari rongga dada, dan menghempaskannya ke lantai begitu saja.

Saya pernah menjadi seperti zombie,
semacam kehilangan jiwa, tidak tidur, tidak makan, bersyukur masih teringat Tuhan.

Ya, sudah setahun sejak saat itu. Putraku saja sudah mampu berlari.
Dari gumaman aaa uuu hingga kini bisa ikut bernyanyi, merangkai frasa,
menjadi teman bicara,
penghibur lara.

Sesekali sesak masih terasa di dada, seperti kehilangan udara, sedetik dua detik, ketika otak kekurangan oksigen, dan seakan syaraf dan sel-selnya mati sedikit demi sedikit, dengan nyeri di mana-mana.

Tetapi, saya tidak sendiri.
Tidak pernah sendiri.

Sampai detik ini pun saya masih tidak paham mengapa. Tidak ada akal sehat dan norma yang membenarkan, perbuatannya seakan tidak pernah mengenal Tuhan.

Kemudian saya teringat, seorang Guru pernah memberi nasihat,

Jikalau ada yang menyakitimu dan berlaku tidak adil kepadamu, tidak perlulah risau, itu bukan kerusakan yang dilakukan terhadapmu, tetapi pelanggaran terhadap apa yang telah Alloh perintahkan.

Hanya ini saja yang kami genggam, hanya ini sajalah yang menjadi pegangan.

Dan nanti,
ketika tahun demi tahun silih berganti,
seperti hari ini,
saya akan mengingatnya kembali,
tanpa rasa nyeri.

Semoga Alloh meridhoi.

Senin ba’da ashar di pembaringan bersama putraku yang terlelap, di tengah hari yang kelabu

November 26, 2018

Love You Anymore

Tags

,

I’ve heard this song once it was first released but really I didn’t take it too personal. But this morning while doing some house chores I was streaming on Youtube and found the recent James Corden carpool karaoke with Michale Bublé and listened to this song again. And I just felt like some part of me could closely relate to the song, or even to Michael’s story. It really got me especially when the part of Michael was being so emotional and getting teary eyes. I do understand his feeling.

Continue reading

Blogging Now and Then

Tags

, , ,

Assalamu ‘alaikum wr wb.

Hello my dear good reader. Hari ini saya kembali dengan satu postingan, yang sebenarnya lebih cocok kalau saya rilis taggal 28 Oktober kemarin, ketika Hari Blogger Nasional. Tetapi apalah daya, ide saya membuat tulisan ini baru muncul sore tadi. Triggernya adalah ketika saya mendapatkan sebuah pesan dari salah seorang teman yang berbunyi: “Kenapa cewek suka ngeblog?” and seriously I really took a moment to draw the answer.

I wanted to say, according to science yes, women talk more than men. Hence women use blog as one way to let go her 20.000 words a day, otherways she will be in distress. LOL. but after I found out more studies in contrast said that men and women speak equally same number of words in any ages, read this. Jadi kayaknya jawaban gw tadi sore salah. Wkwkwk.

Hanya saja kemudian saya jadi berpikir? Mengapa saya suka ngeblog?

Continue reading

Traveling Talk: Manusia hanya bisa berencana – Part 2 – End

Tags

, , , , , , , , , , ,

Manusia hanya bisa berencana—dan berusaha setidaknya.

Untuk membaca bagian sebelumnya klik disini. Saya lanjutin ya!

Deg-degan nggak sih bacanya?

Nggak ya? Hiks ya udah.

Enjoy

Setelah terjaga menghabiskan malam, tiba juga keesokan harinya, 3 Oktober 2018. Dengan kantong mata besar akibat kurang tidur, banyak pikiran, patah hati dan kedinginan saya sempet-sempetin jalan-jalan di tengah Kota Ghent bersama teman saya meski dengan hati gundah gulana. Pokoknya saya ngikutin daily routine nya dia. Nganter krucils ke sekolah, kemudian ke partime job nya di sebuah restaurant yang menjual makanan khas Indonesia. Nah selama itu, gw juga berusaha menghubungi CS Verhoef by phone untuk melaporkan ini, incase barang gw disimpan disana. Itupun kalo nggak ada yang ngambil ya. Karena takutnya sebelum bisa diamankan pun, ada yang ngambil selama barang-barang tersebut nggak ada yang mengclaim.

Nyempet-nyempetin ke Ghent City Center. My friend insisted me to take pictures here.

Nah respon dari CS Verhoef sih nggak terlalu menentramkan hati. Karena mereka baru bisa ngasi jawaban besoknya, artinya tanggal 4 Oktober baru ada jawaban, sedangkan gw udah harus ke Frankfurt (ini semua tiket bis dari Ghent ke Franfurt pun udah dibeli) buat ngejar penerbangan ke Indonesia di tanggal 5 siang. Itupun kalau barang gw ternyata ada dikantor mereka gw nggak punya waktu buat ngambil, urusannya pun akan semakin ribet. Dan gw merasa nggak melakukan apa-apa kalau hanya duduk diam menunggu. Mungkin ini asli karakter gw, gw nggak bisa begitu menanti tanpa setidaknya berusaha.

Continue reading

Traveling Talk: Manusia hanya bisa berencana

Tags

, , , , , , , , , , ,

Manusia hanya bisa berencana—dan berusaha setidaknya.

Disclaimer: yang saya ceritakan di bawah ini, beneran kejadian nyata, nggak dilebih-lebihkan, termasuk semua orang baik yang saya temui sepanjang perjalanan. Kalau nggak semuanya ada fotonya, yaa maaflah ya g sempet. Ketika panik, kadang-kadang, insting dan naluri yang memimpin.

Warning: ini postingan panjang banget, kalo butuh bacaan ringan kayaknya skip aja. :D

Assalamu ‘alaikum wr wb.

Hello my dear reader? Semoga sehat-sehat ya di tengah musim kemarau berkepanjangan ini, meski sudah dipenghujung Oktober, hujan nampaknya belum terlalu signifikan turunnya—yes di Pati baru beberapa kali hujan selama 3 mingguan saya dirumah, dan intensitasnya sedang cenderung rendah, dan suhu udara yang Subhanallah, 33 deg kalo siang dan 24 deg kalau malam. Jujur 2 hari pertama pulang dari yurop, berasa timpang banget. Pake AC 20 derajat nggak berasa apa-apa.

Ya, Oktober sebentar lagi berakhir, 2018 tersisa dua bulan lagi. Yeah waktu cepat sekali berlalu. Entahlah mau mellow apa mau optimis muhasabah. Wkwkwk rada bingung ini mood nya pas ngetik paragraf ini. Tetapi sebenarnya yang mau saya ceritakan kali ini bukan soal itu. Kwkwkw. Gimanasik babang! Sebelum Oktober berakhir, dan sebelum detail-detail ceritanya terhapus dari benak, saya mau cerita lengkap drama 4 hari terakhir solo traveling saya di Eropa kemarin. Yang ngikutin IG story udah dapet kisi-kisi sih, kalo saya mengalami “travel drama” tapi ciyus, yang baru tahu cerita ini hanya segelintir orang. Padahal Gw fix sempet “mau” hilang di Eropa. LOL. Bagaimana ceritanya?

Continue reading

One Fine Day in Monschau

Tags

, , , , , , , , , , , , ,

Assalamu ‘alaikum wr wb.
I’m back with another traveling post.

Beberapa waktu sebelum saya melakukan trip ke Jerman, saya sempat mengungkapkan keinginan terpendam kepada salah seorang teman baik saya yang saat ini memang sedang bermukim di sana untuk mengunjungi daerah desa ala-ala Jerman dengan rumah-rumah—seperti—kue jahe. Nah, setibanya saya di Eropa, akhir pekan pertama saya habiskan dengan mengunjungi sebuah pedesaan atau istilahnya si aldstaat or old town di bagian barat daya Jerman, persis berbatasan dengan Belgia, namun masih di dalam wilayah North Rhein Westphalia—sehinga beli tiketnya bisa agak murah, one day ticket untuk NRW region. Namanya Monschau.

Continue reading