Tags

, , , , ,

Akhir akhir ini saya menulis blog ketika bulan akan segera berganti. Entah mengapa. Saya sedang dalam masa merasa bahwa menulis di blog tidak lagi terlalu melegakan.

Apa sebabnya, mungkin karena apa yang akan dituangkan dalam cerita meski headernya berlainan tetapi ya intinya itu-itu aja, dengan perasaan yang juga itu-itu saja. Semacam timbul kekhawatiran, yang baca bosen nggak sih? Yang nulis aja rasanya bosen, nulis kok itu-itu mulu…

Well yeah, my life is not so colourful these days. Masih WFH yang entah sudah minggu ke berapa, sudah disuruh ke Jakarta sih, tapi kondisi tidak memungkinkan mau balik. Terutama belum boleh pun masuk kantor, so what is the point? Sekolah belum buka, masih ngerawat anak di rumah, sambil kerja.

Kerjaan menjelang tutup tahun, seperti semua institusi lain ya cukup bikin puyeng, ngejar-ngejar bikin kontrak dan bayaran sebelum year end closure dan sistem sampai pertengahan Januari nanti. Itu sebabnya banyak yang cuti sih di waktu-waktu ini. Dan kemungkinan gw juga mo cuti. Tapi belum tau kapan-kapannya. Masih punya banyak jatah cuti ketika wfh gini.

Apalagi ya..

Ya ampun nulis ini pun disela sama bocah yang menangis, beresin mainan bocah yang berhamburan dan ngerjain kerjaan. Kemudian sambil ngumpulin lego/duplo yang berserak, kuteringat masa-masa SMA. Ada sebuah kebiasaan yang kulakukan bersama sahabat-sahabat se-genk. LOL. Kita tuh temenan sejak TK. Jadi kalau hari Jumat atau Sabtu gitu sepulang sekolah kita biasa nongkrong di salah satu rumah secara bergiliran.

Salah satu teman tinggal di area pertokoan—lol karena emang itu punya doski, I mean seriously her father owns that home-stores-office complex—dekat sekolah. Sekitar lima menit jalan kaki lah dari sekolah. Jadi kita sering nongkrong di rumahnya yang itu. Serunya di belakang pertokoan itu dia punya kolam ikan super gede dan banyak pohon rindang. Selain itu ada menara BTS salah satu provider nasional yang kebetulan ada di seberang lain kolam ikan itu. Sering banget kita nongkrong di bawah pohon kersen yang tersembunyi dari hiruk pikuk kompleks pertokoan di depan.

Terus sambil memandang menara BTS di seberang kolam sambil halu itu menara Eiffel. Dan banyak doa-doa yang dipanjatkan di sini dalam hati. Semoga bisa liat Eiffel beneraaan sekarang mah menara BTS dulu ajalah yaaa…

Lucu sih kalo diinget-inget. Banyak canda tawa disitu, gurau-gurauan sama curhat-curhatan remaja. Ya ampun, simpel banget lah hidup semasa itu. Kekhawatiran paling besar hanya ujian akhir nasional, dan nanti gw mau kuliah di mana. Kekhawatiran berpisah dari teman-teman karena sudah terpetakan gw nggak akan ngambil kuliah di sana. Dan di sini gw, 15 tahun kemudian. Masih dengan mimpi-mimpi, pencapaian yang ala kadarnya lah ya dan menata hidup yang berantakan—kayaknya mau apapun kondisinya, kutetap akan mengatakan hidupku nggak rapi-rapi, kayak orang OCD.

a dream come true