Tags

, ,

Katanya, hujan itu selalu membangkitkan berbagai macam kenangan di benak. Dan banyak memang relevansinya. Tahun ini dikabarkan adalah tahun La-nina jadi ya siap-siap saja, frekuensi dan intensitas hujan akan meningkat.

Hari ini tadi hujan, menurut prakiraan cuaca, besok pun. Sore tadi sembari hujan turun dan mencuci piring ku terkenang masa-masa Yogyaku. Suasananya mirip dan memang semasa aku tinggal di Yogya, cukup tinggi intensitas hujan disana, jadi rada-rada banyak kenangan.

Terkenang suasana Pogung, di sepanjang selokan Mataram biasanya berjalan kaki menelusuri jalan setapak yang basah sehabis hujan. Romantis sekali. LOL, saya menghabiskan masa-masa kuliah di Yogya sekitar hampir dua tahun sebagai jomblowati, jadi kenangan-kenangan ini kemudian berujung kepada sahabat-sahabat baik yang membersamai…

Selain kenangan-kenangan itu, kemudian terbersit, pada masa itu, yang tersulit adalah bagaimana nyelesaiin Assigments yang bertumpuk, kuliah yang selalu dimulai jam 7 atau jam 8, eh jam 7 malem baru masuk kosan. Terus bagaimana bisa ngejar supaya akhirnya dapat seat kuliah ke ITC.

Berasa lama sekali. Tak pernah terbesit sekalipun di pikiran akan masa depan yang sekarang dijalani.

Di tengah masa krisis ini kok rasa-rasanya saya seperti kurang bersyukur. Ada satu quote dari salah seorang ilustrator yang saya follow di Instagram yang begitu menohok saya.

I have choice to not talking about any uncomfortable things and i am still fine…

Meski hidup ini sulit, setidaknya ada banyak hal lain yang patut disyukuri…

***
Baca soal hujan dan kenangan yang sebelumnya pernah ku tulis.