Tags

, , ,

Kubaru benar-benar merasakan efek self-care terhadap kualitas parenting. Jujur saja dua minggu belakangan, terutama selepas Lebaran, saya mengalami mood swing yang parah. Ya terutama tepat sehabis lebaran. Ketika saya tidak bisa melepaskan emosi negatif pada tempat yang seharusnya, saya cenderung akan menyasarkan pada hal lain. Hal sepele bisa bikin emosi jiwa.

Kemudian, beban pekerjaan yang memang lagi banyak, ditambah fakta musti juggling between childcare, gantian momong bocah sambil beresin kerjaan. Apalagi bocahku itu kalau di rumah lagi banyak orang—read, Kung Utinya di rumah—banyak sekali tingkahnya. Ku jadi mamak-mamak bersumbu pendek.

Kemudan satu hal yang juga kusadari sudah dua bulan saya nggak pijat karena Korona. Saya beneran bisa jauh lebih baik, fisik dan mental setelah pijat. Jadi di mana-mana saya itu punya langganan terapis pijat. Di Pati pun ada, jadi sebulan sekali lah minimal. Btw ini bukan pijat yang cuma kayak di spa salon-salon gitu ya. Ini lebih ke pijat capek yang rasanya suaaakiit, tapi uuuenak—Duh masokis.

Sehabis melahirkan saya memang merasa bahwa badan jadi lebih ringkih. Tidur salah, kelamaan duduk atau kelon bocah satu posisi semalaman bisa bikin keseleo di mana-mana. Bayangkan saja dua bulan wfh duduk, ngejar bocah, housechores dan nggak pijet.

Jadi akhirnya kemarin ku memutuskan manggil mbak pijet, dengan menerapkan protokol kesehatan dan juga segala konsekuensinya. Yeah sebenernya takut sih, tapi daripada emosi jiwa mulu kan. Kemudian dipijetlah, dan banyak bagian badan yang remuk redam. Sampai sekarang ini masih ada yang sakit meski sudah hampir lewat dua hari.

Kemudian secara ajaib, mood menjadi jauh lebih baik. Perasaan jauh lebih ringan, jadi lebih mudah bersabar menghadapi kelakuan bocah yang syalalalala.

See, selfcare adalah kunci untuk parenting yang lebih baik. Saya harus mengakui merawat kondisi mental dengan berbagai antik bawaan dan latar belakangnya merupakan tantangan; kesejahteraan anak yang baik harusnya menjadi tolak ukur.

Kita tidak bisa menggadaikan masa pertumbuhan dan perkembangan anak karena hanya akan terjadi sekali. Sedangkan jujur saja kita tidak bisa setiap saat menyajikan perawatan yang paripurna. Hanya saja tugas kita mengusahakan yang terbaik dan berserah. Dan saya sadari salah satu caranya adalah selfcare.

Please love your self first…

Don’t let them destroy what you have been trying to rebuild. Don’t let them get in to you…

#selfnote