Tags

, , , , ,

woman carrying her baby and working on a laptop

Working from home with kid ya gini ilustrasinya, karena bocah pun sering banget minta pangku pas mamak kerja! Image from Pexels

Total sudah 61 hari dari perintah Working From Home yang dikeluarkan oleh UN Country Team and Agencies. Kita sebagai cungpret kasta terbawah ya manut-manut ajalah ya. Dan Syukur Alhamdulillah, gw langsung cus pulang waktu itu. Sebenernya sih karena bocah nggak ada yang momong, karena daycare libur, terus uti dan kung masih masuk kantor kan awal-awal kemaren sekitar 2-3 mingguan gitu. Ya udah.

Blessing in disguise namanya.

Anyway, setelah 61 hari di rumah WFH banyak adaptasi yang dilakukan ya. Karena sekali lagi ini bukan sekedar mindahin kerjaan kantor ke rumah, nggak bisa begitu Ferguso. Apalagi kalau ngana adalah orang tua dengan toddler, atau anak usia sekolah.

LOL.

You should homeschool your kids meeen! Dan dalam kasus gw adalah gw musti juggling jadwal babysitting bocah dan memenuhi jam kerja kantor. Flexibility sangat sangat sangat dibutuhkan. Alhamdulillah punya Boss yang sangat pengertian, seenggaknya jam kerja gw yang awur-awuran dan gak tentu setiap harinya bisa dimaklumi. Seenggaknya most of the day of the week setelah 61 hari dirumah gw sudah benar-benar berusaha untuk aktif-available-online-kerja di core hour. Nyahahaha…

So far lumayan pontang-panting sih. Tapi mostly dikarenakan karena gw procrastinator. Oh well!

Yang jelas ketika deadlinenya jelas gw bener-bener memenuhi tenggat waktu dan memenuhi ekspektasi, tetapi pada kenyataannya nggak semudah itu. Ada hal-hal yang menjadi positif dengan wfh ini, tetapi banyak hal pula yang menjadi negative. Seperti jalur birokrasi karena semua menjadi digital—pas wfo half digital half hardcopy, kan ya prosesnya—koreksi bisa dilakukan di atas kertas. Tapi sekarang semua dilakukan secara digital yang mana rentan silap mata.

Complicated lah…

Kemudian bagian kerjaan yang musti dilakukan langsung, kalau nggak ya nggak jadi kegiatan—misalnya training yang butuh praktek, physical distancing ini benar-benar bikin kerjaan mandeg men…

“Ya udah kerjain yang lain aja sik”

Well, salah satu mandate unit gw adalah advocacy science, dan membangun kapasitas rang-orang. Ya emang sih, sekarang dalam kondisi COVID ini semua shifting to online platform termasuk gw—nah salah satu kerjaan gw juga ini maintain e-learning platform, masukin konten, bikin konten, promote konten, udah kayak influencer aja sebenernya, cuma kagak pernah tampil dimuka layar orang-orang. Tetapi ada banyak hal yang belum bisa sepenuhnya berpindah platform dari offline menjadi online. Panjanglah kalo ngomongin ini. Intinya beberapa kerjaan jadinya mandeg, terus ada yang ganti haluan. Dan ya PR nya musti belajar terus-terusan.

Adaptasi lainnya adalah gw akhirnya mulai terlibat hampir penuh pada segala aktivitas anak. Selama setahun terakhir, ketika gw harus stay di Jakarta, semua aktivitas anak dimandatkan ke Uti dan Kung kan ya, gw cuma kebagian per dua atau tiga minggu sekali selama sehari-dua hari paling banter tiga hari ngurus bocah.

Butuh satu bulan penuh sebelum doski mau tidur berdua aja sama gw. Sebelumnya musti ada Kung dan Uti. LOL… Terus itu solusinya gimana? ya kita uyek-uyekan tidur di kamar Uti dan Kung, nambah extra bed di bawah. Sekarang doski udah tanpa ba bi bu tiap abis sholat magrib ngajak bobok—Ya dek kecepetan, dan yang amazing adalah dia udah bisa berargumentasi.

Sekarang dia lagi berusaha memahami kenapa orang sholat harus berkali-kali. Setelah sholat magrib, “Kenapa Mamak masih mau sholat lagi. Kan tadi udah?”

Ini tiap hari ditanyain. “Kenapa sholat lagi? Kan tadi sudah? Sudah cukup”—lucu sih, gemesin! Jadi momen ngajarin kalau sholat itu sehari lima-kali + sholat tarawih dan witir sekarang. Wkwkwk dia dengan setia—dan juga rada misuh-misuh nungguin di pojokan bubuk di ruang keluarga tempat kita jamaahan tarawih hampir tiap malem—gegara korona Kung juga mengurangi frekuensi ke masjid sih.

Gemesiiiin, Ya Alloh…

Ya Alloh, jadikanlah ia termasuk orang-orang yang menjaga shalatnya. Aaamiiinnn…

Ini adalah anugerah, sekali lagi blessing in disguise. Kalau nggak ada Korona, mungkin gw nggak mendapatkan momen-momen seperti ini sama bocah. Bener-bener bonding banget! Huhuhu…

IMG_20200514_234303_438.jpg

Our daily reading time!

Pardon for the excessive watermark, cuma mau menghindari disalahgunakan aja gambarnya, didonlod, diaplod ulang, terus diaku-aku misalnya. 😛

Cheers,

xoxoxoxo
atviana