Tags

, , , , ,

Ya ampun sepertinya sudah sebulan lebih sejak postingan di tanggal 20 Bulan Februari lalu dan hampir melalui Maret tanpa tulisan apa-apa. Sebenarnya saya pengen nulis, tapi ada trouble. Yakni karena WFH Covid-19 ini saudara-saudara saya pulang ke Pati sejak masa-masa awal Covid, kemudian hanya bawa pulang laptop kantor. Dan ternyata laptop kantor itu sebenernya butuh update—yang bisa dilakukan hanya dengan connect LAN kantor, tetapi nggak kulakukan berbulan-bulan dan baru kuketahui kemudian. Jadinya aku nggak bisa buka Chrome gitu, karena ada bagian yang stop working. Intinya Chrome g bisa dipakai. Padahal semua akun kusimpennya di chrome.

Baru kepikiran untuk buka lewat firefox dengan ngintip password di chrome baru-baru aja. Cupu banget kan. Okelah sudah dramanya.

Di tengah masa pandemi ini rasanya gimana ya, apa-apa nggak tenang, nggak jelas, nggak pasti. Dengan banyak positif serta negative feelings-nya ya yang melingkupi, gugupan aja rasanya, takut ini takut itu. Kerjaan pun banyak yang terbengkalai. Sekolah-sekolah tutup dan puncaknya banyak korban berguguran. Positif sidenya saya sudah 2 minggu lebih working from home dirumah. Juggling antara tugas kantor dan jaga anak dan banyak printilan rumah lain.

Tetapi hecticnya minggu pertama aja, badan rasanya remuk redam—mungkin karena faktor belum nemu posisi workstation enak dirumah. Pinggang kayak mau patah duduk seminggu di kursi stool kayu, dengan laptop di taruh di meja setrikaan. Setelah beres2 kamar gudang—tempat bekerja supaya nggak diganggu bocah, akhirnya bisa punya tempat cukup pewe lah. Untuk menghindari sakit pinggang-punggung.

eyeglasses with black frame beside macbook pro

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

I should want it that bad—give your best shot!

Ada hal yang ingin saya bagikan. Hal yang saya pelajari dari kejadian yang saya alami sepanjang bulan Maret ini. Tidak perlu detail lah ya apa yang terjadi, tetapi satu hal yang mulai saya yakini: Alloh akan benar-benar menakdirkan saya memiliki sesuatu, jikalau tekad saya menginginkannya sekuat baja—dan selama hal itu juga baik serta bermanfaat bagi saya dan orang-orang disekitar saya. Apabila dalam suatu hajat, saya setengah-setengah, hasilnya pun juga setengah-setengah—atau kalo saya nggak memberikan effort terbaik, hasilnya pun bukan yang terbaik.

Satu dekade terakhir anggap sajalah sudah cukup lengkap pengalaman naik dan turun kehidupan saya. Akan banyak lagi pengalaman-pengalaman dalam tahun-tahun mendatang—InsyaAlloh. Cukuplah untuk saya belajar memahami saya pribadi, memahami bagaimana Alloh menuliskan takdir dan jalan untuk saya lalui.

Dengan kesadaran ini saya semacam diingatkan: berusahalah sebaik mungkin tentang apa saja, kapan saja, terutama yang ada di depan mata, give always your best shot!

affection appreciation decoration design

Photo by Carl Attard on Pexels.com

 

Stay safe, stay healthy! Banyak berdoa, selalu cuci tangan, jaga kesehatan!

This too shall pass!

 

atviana