Tags

, , , , , , , ,

Jadi ini ceritanya dimulai dari sekitar sebulan lebih yang lalu. Seorang sahabat saya dari tanah air nun jauh di sana mengabari akan berkunjung di sekitar awal November. Katanya doski mau ngambil cuti terus liburan di Jakarta. Terus kubilang saat itu: ya so welcome banget lah. Happy gw lo dateng.

Udah banyak tuh rencana-rencana yang disusun. Mau ini mau itu. LOL mau minta keluar negeri juga kalau pas kebetulan aku ada tugas kantor, tapi ya ternyata itu nggak tercapai karena lagi nggak ada tugas kantor dan lagi ketat banget nih kerjaan akhir tahun jadi agak sulit ngambil cuti.

Setelah maju mundur galau, akhirnya dia dateng juga hari jumat minggu lalu tapi bukan dalam rangka full cuti, tapi karena ada kerjaan kantor dan datang lebih awal supaya bisa liburan. Wkwkwk… Dan kemudian random banget kita ke Bandung atas request beliau.

Ya udah, preparasi jalan-jalan ke Bandung dilakukan super singkat hanya dalam beberapa hari. Yang mana bener-bener impulsive aja semua tempat yang disambangi selama liburan ini. Nggak cuma itu, hari pertama di Bandung setelah tiba sekitar menjelang dzuhur di kawasan Dago Golf, tempat Guesthouse kita, hujan kemudian turun dan kita tidur sesiangan. Wkwkwk.

LOL, sampe saya update story berikut saking lucunya:

when you are thirty and tired…

Mengapa nginep di Dago atas? LOL, sebenernya sebabnya rada-rada picisan sih, gw pengen nostalgia aja. Kwkwk, yeah let say, in one phase of my life, Bandung, especially Dago was something so precious to me. Dan setelah bertahun-tahun saya akhirnya kembali ke Bandung.

Sebenarnya kunjungan ini bukan kunjungan pertama setelah sekian lama, sekitar akhir Agustus saya menyempatkan ke Bandung, tapi lebih banyak stay di rumah seorang sahabat saya yang lain dan main sama anaknya jadi nggak sempet kemana-mana. Namun lain dengan kunjungan kali ini, karena banyak jalan-jalannya ya saya sekalian nostalgia. Nggak sepenuhnya nostalgia sih, cuma ketika mengunjungi suatu tempat, lewat suatu daerah atau sebagainya, ada banjir kenangan di sana.

Kami nginep semalam di Rumah Kiboku. Tempatnya asik, pelayannya ramah, boleh extend dengan biaya affordable, lengkaplah service nya dari laundry, café, serta sarapan atau makan siang.

Sore setelah tidur siang yang cukup panjang sehabis perjalanan Jakarta-Bandung yang lumayan itu, we had dinner di sebuah rumah sabu-sabu dan grill di Jalan Riau. Selepas that early big dinner dan sholat Magrib, kami jalan kaki sepanjang Jalan Riau menuju Bandung Indah Plaza. Karena kebetulan restoran yang kami kunjungi di ujung satunya Jalan Riau dan BIP di ujung yang lain. Tujuannya apa? Nggak ada iseng doang. Jalan kaki sambil cerita-cerita.

Sesampainya di BIP kita nemu barang-barang lucu dan bagus-bagus salah satunya ini Triblee Footwear. Ketidaksengajaan berikutnya adalah ketemu bazaar sepatu olahraga. Ya udah temen gw kalap—pulang-pulang dapet sekantong gede kita. Balik ke Guesthouse ditutuplah hari pertama vakansi Bandung ini.

Kemudian esoknya masih selimutan belum mandi atau sarapan, malah ngobrolin hari ini mau kemana. Berbekal informasi dari Abang-Abang Grabcar yang selalu kami pakai kemana-mana, ke Lembang dari Bandung terhitung sebagai perjalanan dalam kota. Jadi pagi itu sehabis sarapan kita nekat ke Lembang nyari Grabcar. Wkwkkw ada dong, ya udah otw ke Floating Market lah. Tujuan utamanya adalah ke Rainbow Gardennya. Tapi karena Floating Market adalah kawasan wisata yang lumayan all in jadinya sekali masuk bisa mengunjungi beragam tempat. Meski beberapa lokasi di dalamnya butuh tiket masuk terpisah tapi masih terjangkaulah jadinya worth money banget.

Secret Garden oke kok, meski nggak terlalu luas, lumayanlah ya untuk cuci mata. Jenis bunganya beragam dan cantik-cantik. Terus ada mini city dan floating market areanya. Nah temenku ini pengen sebenernya masuk ke taman Jepang/Korea yang nyewain baju kimono atau hanbok gitu terus bisa poto-poto.

Well, jujur aja gw kurang berminat ya. Ku bilang ke dia: kita ke Jepang—or Korea, langsung ajalah, and do wear kimono as long, as often as you want…

Kemudian setelah menghabiskan waktu di Floating Market kami menuju, Ciwalk yang macetnya heu sesuatu diiringi oleh hujan gerimis menuju deras. Di Ciwalk pun kita mengunjungi beberapa toko, dan membeli beberapa barang, cemilan dan masih sambil cerita-cerita mulu sepanjang perjalanan.

Sekitar pukul 5 sore kita kembali ke Guesthouse untuk siap-siap pulang. Sekitar pukul tujuh malam kami checkout dan menuju Cititrans Dipati Ukur. Well, berdasarkan penuturan salah seorang temen saya yang aseli Bandung, Cititrans adalah travel paling yahudlah pokoknya. Dan bener adanya. Perjalan kami yang ditempuh selama 5 jam karena macet menuju BSD nyaman banget euy. Supirnya ramah, berdoa dulu sebelum berangkat. Kursinya lebar dan bisa direbahkan. Oiya mengapa BSD, karena lokasi kegiatan kantor sahabat saya tersebut di BSD sehingga saya ikut nginep di sana dan berangkat pagi-pagi ke kantor dari BSD.

Beneran perjuangan euy!

Terus kemudian gw teringat, terakhir kali gw jalan berdua sama sahabat gw ini adalah di 2009 bolak balik dari Bogor ke Cibubur dan akhirnya sekarang 2019 kita jalan-jalan lagi di Jakarta-Bandung. Dan tetep ajalah meskipun telah 10 tahun berlalu isi jalan-jalan kami adalah sesi curhat-curhat.

We talked about so many things, we let our inside out. Wholeheartedly.

xoxoxoxo
atviana