Tags

, , ,

Dalam tiga minggu terakhir ini, anakku udah ke dokter tiga kali. Sebabnya apa, yang pertama radang batuk pilek gegara makan es krim ditengah panasnya mentereng matahari Cimory Bawen Semarang, besoknya di sekolah dia anget, nggak mau makan, ya udah malemnya bawa ke DSA. Udah tuh seminggu sudah berlalu obat udah abis. Tetapi sepertinya masih ada radangnya, senin lalu—dia seringnya sakit di hari senin g paham juga kenapa—anget lagi kan dia. Ya sudah dibawa ke DSA langganan lagi, DSA terkece se Pati raya lah pokoknya. Pasiennya dari mana-mana jadi kalo berobat ngantrinya luama, di dalem g ada 15 menit.

Udah tuh. Eh dua hari terakhir, setiap video call kuperhatiin ini bocah ngedip-ngedipin matanya terus. Sebelumnya kukira karena kebanyakan screentime aja, karena pas itu lagi nonton upin ipin, tapi besoknya masih gitu. So I was totally sure, something wrong ini pasti. LOL karena dua bulan lalu gw juga pernah berada dalam kondisi yang sama mata nggak nyaman dan kedap kedip mulu, ceritanya ada di sini.

Kubilang ke Utinyalah, pasti ada yang salah. LOL baru deh Utinya cerita, kemaren ternyata ini bocah abis main Cling pembersih kaca, terus kesemprot mukanya. Meski sudah dibilas air mukanya, mungkin masih ada ya residunya.

😰

Ya salaam…

 

Ya gw mau ketawa, kok ya nggak lucu, e tapi kok kalo dipikir-pikir ada lucu-lucunyaaa...

Akhirnya ku browsing dokter spesialis mata di Pati selama video call berlangsung, dan ketemulah beberapa nama spesialis yang praktek di RS yang sama tempat DSA langganan praktek. Ya udah kubilang utinya, sabtulah ke dokter.

Dan ternyata pemirsa, nggak nunggu sampai Sabtu, ternyata semalam Kungnya inisiatif ngajakin ke spesialis mata. Bukan di RS itu sih, karena prakteknya cuma pagi-sore, tapi dokter yang praktek di klinik di rumah gitu yang antriannya katanya puanjang juga—soalnya doski melayani operasi katarak—dan sistem antriannya itu duduk di kursi yang berurutan.

Jadul banget nggak sih? Yakni kalo ada nomor antrian yang dipanggil urutan berikutnya menempati urutan tersebut dan diikuti urutan selanjutnya. Jadi tempat duduknya kayak uler melingker gitu. Hanya aja prasarananya udah modern soalnya melayani oprasi laser kan.

Manteb ajalah ini cerita…

Sampai di ruang periksa, nggak diperiksa macem-macem. Diliatin doang matanya, kemudian dokternya menyimpulkan ada trauma di kornea karena zat kimia—bahasanya serem ya, tapi ya ini semacam goresan ringan begitu yang bikin matanya nggak nyaman dan harus di netralkan. Ya udahlah dikasih obat tetes yang selama tiga hari musti ditetesin setiap jam.

Haaa…

close up portrait of human eye

Photo by Skitterphoto on Pexels.com

Pesan untuk bu ibu pak bapak semua, jauhkan anak anda dari barang-barang berbahaya—namun jika semua sudah dilakukan tetapi kecolongan juga, segera bilas setelah terkena dan segera ke dokter jika ada efek yang berkepanjangan.

Cheers,
atviana

PS. Keterangan Judul:
Anakku kalau bilang semprot-semprot itu “tepot-tepot”, dan dia kalau liat begituan selalu dipake main dan kita musti kejar-kejaran buat ngambil itu barang dari dia. So, bener-bener nggak boleh teledor.