Tags

, , ,

It’s never been easy.

Setiap saya pulang ke rumah yang katakanlah sebulan sekali selalu saja ada hal baru dan berbeda dari biasanya, terutama milestone perkembangan anak.

Pulang kali ini juga begitu. Setelah menghabiskan weekend plus Jumat kemarin dan kemudian harus ini kembali ke Jakarta, Awo sepertinya sudah paham apa itu “kangen”. Karena saking seringnya aku bilang: “Ibuk kangen Awo”, Awo pun ketika Ibuk mulai pamit harus kembali ke Jakarta sore itu, ia turut berseru: “nanti Awo juga kangen Ibuk“.

Oh well…

Kayaknya ini memang pulang termellow. Sudah se-advance itu omongan bayik 25 bulan saya.

And I am again realizing, it is not easy, it has never been easy. However I know, there are always two, the easy and hard part.

Hal mudah dan indah yang patut saya syukuri, di setiap perpisahan sementara ini, saya dan anak tidak mengalami drama-drama ria. Anak sangat kooperatif dengan arrangement ini, bahwa kami harus tinggal terpisah. Meski jauh, saya seperti tidak kehilangan momen perkembangannya. Setiap hari kami berkomunikasi, saling bertanya kabar. Well, saya nggak membual, my 25 mos baby always asks me the same questions I ask him via video call. He also wants to know where I am, what I am doing, what I am eating…

Hal sulitnya adalah, ketika kondisi ini, secara pribadi saya pandang menggunakan kaca mata yang lebih melodramatis, dengan membandingkan hidup saya dan hidup orang lain. I know, I shouldn’t do that, but believe me it is so hard. Setiap orang punya perkaranya masing-masing, dan saya masih terus menerus belajar di sana.

Belajar untuk mengikhlaskan segala sesuatu.

LOL, lucunya adalah mungkin orang-orang menilai saya sedang tertekan dan berada dalam suatu masalah ketika saya kelihatannya sedang sibuk dan bekerja keras. No, working hard, being busy, betul-betul mengalihkan fokus negatif dalam diri saya menjadi sesuatu yang lebih produktif. Saya tidak sempat bermenye-menye.

Tetapi hal yang sebenarnya membuat saya tidak baik-baik saja adalah ketika mengetahui banyak ketidakadilan di sini. I’m working my ass off everyday, battling with this damn personal struggle but sometimes people take me for granted, and wish that I forgive easily. The lesson I should learn perhaps so that I can easily forgive indeed. Hence I always experiencing these problems. I admit it is not easy. Sekali lagi saya harus banyak belajar. Pun belajar untuk tidak semerta-merta taking anyone for granted.

Perhaps, that is the ultimate reason.

xxx

atviana