Tags

, , , , ,

Assalamu ‘alaikum wr wb!

Alhamdulillah proses yang dimulai dari Maret lalu akhirnya beres kemarin. Terhaaruuu…

Aku hanya mau update saja, mungkin di luar sana ada yang nyari-nyari informasi soal ini. Soal review terbaru bagaimana mengurus pendaftaran haji terutama di Kota Bogor atau Provinsi Jawa Barat. Karena jujur saja, sebelum saya mulai mengurus, informasi yang saya dapatkan di Internet nggak terlalu membantu, bikin galau dan kurang meyakinkan.

Referensinya bisa dibuka disini ya untuk Prov Jabar: https://jabar.kemenag.go.id/artikel-41836-

Dokumen yang dibutuhkan saat kemarin mendaftar di Kemenag Kota Bogor:

  1. FC KTP
  2. FC KK
  3. FC Ijazah/Akte/Buku Nikah yang ada catatan nama orang tua
  4. Surat Keterangan Sehat dari Puskesmas setempat, nah kalau ini beda-beda, temenku ada yang pas daftar pakai, ada yang nggak. So I don’t know!
  5. Surat Keterangan domisili, ini aku udah ngurus sih gegara saran orang-orang tapi ternyata nggak diminta
  6. Kartu Golongan darah, ini bisa dibuat di RS atau Puskes, saya sudah punya dibuatkan sama RS Jakarta, sewaktu medical check up di awal kehamilan akhir tahun 2016 lalu.
  7. Pas foto ala visa ya—YKWIM, ukuran 3×4 dan 4×6. Nah disini nih masalahnya, waktu di Bank saya cuma diminta mempersiapkan ukuran 3×4, dan nggak punya 4×6 karena nggak ada di list. Untungnya si nggak papa. Alhamdulillah.

Prosedurnya :

  1. Ke Bank Syariah preferensi anda sesuai domisili. Karena sekarang peraturannya, tabungan haji hanya bisa dibuka di Bank Syariah ya. Nanti dari pihak bank juga ngasih list dokumen apa saja yang harus dipenuhi. Deposit 25 juta ke dalam rekening tersebut.
  2. Siapkan dokumen lengkap, kembali ke Bank untuk membuat setoran awal. Deposit 25 juta tadi disetorkan ke Rekening Haji Pemerintah. Setelah dapat bukti setoran yang berlembar-lembar dan berwarna-warni, bersama dokumen dibawa ke Kemenag sesuai domisili.
  3. Naaah aku ke Kemenag Kota Bogor di daerah apasih namanya deket PGB deket Pasar Anyar juga pokoknya. Selemparan batu ajalah dari BNI Syariah PGB. Itu juga alasan milih ke BNI Syariah. Emm sebenernya karena sudah muak sama bank plat merah syariah satunya. Meski disitu gw udah punya rekening juga ya. But dada babay, mending gw bikin baru lah di bank laen.
  4. Di Kemenag, kita akan diminta untuk megisi formulir pendaftaran, dicek kelengkapan berkas dan dilakukan perekaman data seperti foto dan rekam sidik jari. Menunggu sebentar input datanya dan voilaaa anda sudah terdaftar dan mendapat nomor porsi.

Screenshot_2019-07-23-12-52-02-32.png

Jujur terharu banget setelah lembar itu diterima. Setelah semua hal yang saya lalui, akhirnya saya bisa menepati target personal ini tahun 2019. Mundur 2 tahun dari rencana awal.

Untuk kaum proletar macem kita ini yang semacam terjebak dalam zona middle income mungkin tidak mudah ya untuk menyisihkan tabungan untuk hal-hal macem ini. Tetapi saya benar-benar diajarkan oleh orang tua saya berusaha memampukan diri.

Dan pelajarannya adalah, niat baik akan dibarengi dengan kemudahan-kemudahan. Meski prosesnya terbilang lama karena saya musti bolak balik Jakarta-Bogor untuk ngurusinnya, dan musti nyari waktu libur di hari kerja—yang mana saya beneran ngambil cuti khusus untuk urusan ini, saya banyak menerima bantuan dari mana-mana, saya banyak dimudahkan. Semakin meyakinkan saya bahwa tidak ada hal yang mustahil sekarang. Niat, keyakinan, usaha, dan Alloh akan menurunkan pertolongan-pertolongan yang tidak kita sangka.

Oiya, daftar tunggu Kota Bogor “kata petugasnya” adalah 15 tahun. Tetapi dari hasil ngecek sendiri di app nya Kemenag 17 tahun. Yeah semoga ada percepatan, semoga ada kesempatan, semoga ada umur.

Screenshot_2019-07-23-12-52-39-55.png

Semoga ikhtiar ini sudah dicatatkan sebagai niat untuk ke Tanah Suci. Aaamin ya Rabbal ‘Alamin…

Yuk daftar haji!!

Wassalamu alaikum wr. wb.
atviana