Tags

, , , , , ,

eyeglasses with black frame beside macbook pro

Photo by rawpixel.com on Pexels.com

Kemarin something kinda stressful happened.

Sudah sekitar beberapa minggu belakangan saya emang mengalami semacam gejala kelelahan pada mata. Mungkin dipicu oleh adanya pergantian layar komputer yang mulanya dari 13 inch menjadi 27 inch sekarang, terus saya belum ketemu opsi untuk membuat layarnya less menyala-nyala, YKWIM lah yes. Dan seperti yang mungkin pernah saya singgung sebelumnya saya kebanyakan menggunakan hape. Jadi bisa dikatakan dalam sehari hampir sekitar 18 jam mata saya menatap kalau nggak layar komputer, laptop, tv atau hape.

Ya sudah, udah berasa tuh beberapa minggu belakangan. Kemudian puncaknya kemarin mata kiri saya kemasukan benda asing—entah apa. Kronologisnya adalah sehabis wudhu sekitar tengah hari kemarin—karena sebenernya saya lagi nggak sholat cuma pengen basuh-basuh aja jadi wudhu sekalian—ada suatu benda asing yang mengganjal di mata kiri. Taulah ya gimana rasanya kalau ada yang ngganjel gitu. Nggak enak, nggak nyaman.

Nah pertolongan pertama, nyari ke kotak P3K, pakai tetes mata merek R, minta tolong temen supaya lebih afdhol. Tapi nggak keluar-keluar juga benda asingnya. Berusaha untuk nggak ngucek-ngucek dan sekitar 30 menit sekali ditetesi tetes mata tersebut, tapi masih nggak mempan. Ngganjelnya masih berasa. Ya sudah karena memang sudah agak lelah juga mata ya akhirnya saya memutuskan ke dokter mata di sebuah Rumah Sakit Mata di Kawasan Setiabudi Kuningan.

Dari pemeriksaan awal, ya ampun, ketahuan minusku nambah. Sedih nggak sih. Padahal baru ganti spek lensa Oktober tahun lalu, belum ada setahun sudah nambah. Kemudian ketemulah dokter spesialisnya, mata diperiksa pakai alat gitu, disuruh ngintip lewat celahnya. Melihat ke berbagai arah dan diucek-ucek kelopak matanya sama si Prof dokter sampai—kayaknya benda asingnya ketemu—ketika disuruh melihat kebawah. Setelah itu langsung hilang efek mengganjelnya. Ya ampuunn…

Cuma abis itu dokternya nggak bilang sih itu benda asingnya apa. LOL. Terus diresepkan obat tetes mata untuk mata kiri saja, dan tetes mata untuk kedua mata. Dan tentunya resep kacamata baru.

Ya sudah abis itu ke toko kacamata pesen frame dan lensa dengan resep baru and you know what?  Setelah jadi dan dipakai, dunia jadi lebih indah lagi gaeess…

Setelah membayar tagihan RS, tagihan pembuatan lensa dan beli frame baru. Ada sebuah keputusan yang mau tidak mau harus diambil. Well, gw musti puasa pakai gadget. Ini mata adalah asset, adalah titipan, adalah rezeki yang bakal diminta pertanggung-jawaban kita. Seharusnya gw bisa lebih bijak bukan hanya untuk menggunakannya, tetapi mengistirahatkannya juga.

Dan kayaknya juga butuh konsumsi suplemen untuk meningkatkan kesehatan mata—tapi perlu nggak sih? Soalnya aku merasa ini ekstrim banget, baru balik kerja 4 bulan udah naik aja minus. Hiks…

Tapi emang kita sekeluarga turunan pake kacamata semua sih. So it is basically in our genes or something.

Hanya saja beneran setelah ini, saya pengen menjadwalkan untuk off liat layar dalam sehari selama beberapa waktu. It means no lembur, no binge drama watching at night and no no no yang lain. Semoga istiqamah.

Hiks