Tags

, , ,

Assalamu ‘alaikum dear readers.

Masuk bulan baru, banyak yang terjadi banyak yang sebenarnya bikin kontemplasi.

Bahwa benar adanya, don’t justify others who fight the battle we know nothing about. Saya baru saja mendapatkan kabar salah seorang teman baik saya semasa kuliah, teman serumah kontrakan selama kurang lebih 2 atau 3 tahun sedang mengidap penyakit parah, dan diketahui secara tiba-tiba. I’m really shocked. Kemudian ditarik mundur beberapa minggu lalu salah seorang sahabat saya mengabari masalah yang sedang dihadapi yang cukup membuat hati saya remuk. It is really hard and bitter pill to swallow.

Dan masih panjang daftar berita-berita lain yang didapat dari orang-orang di sekitar, sahabat dekat yang sedang jauh, ataupun keluarga sendiri. Sebuah fakta yang kemudian menampar adalah, nasib jalan takdir kehidupan manusia bisa berubah 180 derajat hanya dengan sekejap mata tanpa bena-benar kita sadari.

Ini semua cukup membuat saya terus kembali berpikir: sebenarnya apa yang saya cari? Tujuan saya apa?

Dilanjutkan dengan momen pulang ke rumah weekend lalu, turut memunculkan dilema lama: apakah saya benar-benar akan berjauhan dengan anak seperti ini? Saya tahu, sya tidak akan selamanya begini dan semua ini benar-benar tidak dapat saya hindari hanya saja kecemasan dan kegelisahan itu menggeliat kembali.

Tidak ingin membuat closing yang ambisius atau malah yang akan kedengaran seperti pembelaan maupun pembenaran.

Mungkin kesimpulannya bukan untuk hari ini.

Karena saya masih mencari.

Wassalamu alaikum wr wb

atviana