Tags

, , , , , , , , , ,

Lol, judulnya…

Sejak hari Rabu lalu, tepatnya sih Selasa malam, saya sedang dalam tugas kantor di Yogyakarta. Mengambil penerbangan paling malam dari Jakarta, tiba di Kota Bakpia sekitar hampir pukul 9. Tidak berhenti disitu. Hari Selasa yang terasa sangat panjang, karena sebelum ke Yogya saya juga masih menyelesaikan beberapa pekerjaan di kantor dan mondar-mandir di seputaran Senayan-Kebayoran Baru sejak hari senin. Dilanjutkan setelah sampai di Yogyakarta pun ada beberapa printilan-printilan yang harus dipersiapkan dan baru beres sekitar jam 12 malam. Kemudian baru masuk kamar dan semacam pingsan.

Besoknya bangun pagi-pagi dengan mata merah untungnya si muka agak cerahan ya gegara make sheetmask leh oleh Bos dari Jepun si Lululun mask yang emang ternyata enaaaks banget meen. Bisa beli lagi lah nanti.

Ya udah berlanjut sampai acara di hari kedua hari ini karena rangkaian trainingnya yang berlangsung selama 3 hari. Besok adalah hari terakhir, namun sebenarnya yang spesialnya adalah hari ini. Karena apa, karena hari ini adalah pertamakalinya dalam 30 tahun hidup, saya mencoba melakukan celup-celup pewarnaan kain.

With Natural Dye Proffesor from Naju Natural Dye City Foundation.

Yeah training yang dilakukan hari ini emang tentang itu sis, jadi ya pas prakteknya saya nyoba-nyoba gitulaah. Daaan menarik, semacam bereksperimen dengan bentuk dan warna dan motif dan teknik.

Nah tadi saya membuat satu celupan kaos, yang ya ampun hasilnya kayak baju kena lunturan. Dan ada satu lagi yang motifnya dibuatkan Prof Edia sih. Hahahaha. Besok lah ya kalau udah ada hasilnya ku foto.

Karena hal baru ya kita banyak belajar sih dan baaaaanyak melakukan hal-hal bodoh, seperti memeras kain batik setelah dicelup—yang sebenarnya adalah big – big no, atau membilas kain celupan kesemek yang belum kering benar—ya udah luntur ajalah itu hasil celupan.

Wkwkwk. Pokoknya something lah intinya. Belajar hal baru, pengalaman baru dan seru-seruaaaan. Semua yang diperoleh hari ini benar-benar kaya dan bermacam-macam. Istilahnya kayak Fifty Shades of Indigo—the color we used as dye. All natural made from Indigofera tinctoria.

Oiya entah, ini semacam kebiasaan. Aku kalo bikin acara disuatu kota, suka nyari temenku yang ada disitu trus kuajakin ikutan gabung acaranya. Acik di Yogya udah beberapakali ikut acara kantorku. Terus waktu di Medan ngajakin Rini juga.

Semacam lepas kangen plus memanfaatkan tenaga gratisan. Wkwkwk kufungsikan mereka bantu-bantu kerjaan. Hahahahahahahaha..

Jadi semoga di kota-kota lain ada kesempatannya yaaaa, kerja, liburan, sekaligus ketemu temen… Aaamiiin…

xoxoxoxo
atviana