Tags

, , , , , , , , , ,

Setelah Bulan Maret ini saya lalui, saya belajar banyak hal. Hal-hal yang mungkin tidak akan saya pelajari atau sadari jika saya tidak dalam kondisi ini, merantau sendirian, jauh dari anak, bangkit dan mencoba menata hidup baru. Saya belajar untuk berusaha lebih berbakti kepada orang tua. Menyadari dengan sepenuh hati bahwa yang mereka lakukan untuk saya ini tidak pernah mudah. Mendukung mereka dengan lebih ikhlas, bekerja dan berusaha benar-benar diniatkan ibadah. Because I really take so much for granted. Seriously. I have to give back more.

Saya belajar lebih empati terhadap adik saya. Menghargai hubungan yang tentunya special. Karena kami hanya dua bersaudara. I am much much older than her, have been through so many things either good or bad. Meskipun ia akan memiliki jalannya sendiri, saya tentunya bertugas berbagi, mengarahkan.

And I am so damn mellow karena ngetik ini kemudian presentasi Dr Musthaq pakai lagunya Enya segala as heard below.

Padahal konteksnya lain. Wkwkwkw.

Hal lain yang saya sadari juga adalah quality time bersama orang tersayang itu mahal harganya. Sebenarnya soal ini saya sudah sangat paham ya.

Before this storm katakanlah saya sudah kenyang asam garam merantau—hidup nomaden jauh dari orang tua lebih dari 1 dekade, beda pulau, beda benua sudah pernah dijalani; long distance relationship, married or not married, I am kinda used to it either. Hidup dalam kesendirian bukanlah hal baru lagi bagi saya.

Yang paling baru adalah LDR dengan anak. Yang mana 1.5 tahun terakhir kami tidak terpisahkan, segala keperluan bayi dari a to z sayalah sendiri yang mengurus dibantu Uti. Sekarang Utilah yang lebih banyak involve daily needs nya Pao. Meski realnya jadi anak Uti ya doski, tapi kalo ditanya “Awo anak siapa?” jawabnya “Anak Buk Taa” atau “Buk Ta ibuk nya siapa?” terus dia nyaut “Ibuk Awoo” Proud Mama here!

Seenggaknya hal-hal begitulah yang menjadi salah satu sumber semangat bangun tiap pagi, menembus kemacetan Jakarta dan do stuffs some I love and some I don’t. Well that’s life kan ya.

And I hope my life get more and more meaning setiap harinya.