Tags

, , , , ,

Hari ini, masih memperpanjang situasi dari tiga hari lalu, ritme kerja agak sedikit lambat ya. Cuma nggak se-deg-degan kemarin karena yang diurus akhirnya udah gol. Ya bayangin aja minggu depan itu workshopnya, saya ngurusin sepuluh orang—eyasih sepuluh orang doang—yang intinya menyediakan asistensi supaya mereka bisa ke Indonesia, dapat entry visa, dapet logistik dan segala macam tapi ya tetep aja ada kendala a b c d to z yang bikin deg-degan dari Senin kemarin. Ya Allohu Rabbiiii.

Tetapi udah lewat yang itu dan tugas hari ini dan kemarin pun sebenernya tinggal nunggu-nunggu approval buat proceed dan nggak ada yang urgent. Beda bangetlah sama minggu-minggu sebelumnya, yang mana hal-hal urgent kayaknya ngejar-ngejar terus. Bayangin aja, masuk kantor baru dua hari atmosfernya kayak udah disana setahun terakhir. Ya iyasih nothing much change, I went back to my old office cuma sedikit shifting topik kerjaan aja yang masih dalam satu payung besar. Langsung ditodong buat kordinasi acara dan segala printilannya.

close up photography of yellow green red and brown plastic cones on white lined surface

Photo by Pixabay on Pexels.com

Hal yang menarik adalah networking yang kita miliki dari lingkungan mana pun insyaAlloh akan selalu berguna beneran deh. Tahun lalu meski waktu itu statusnya gw bukan staff tapi bisa dibilang bantuin nyariin link gitulah dan link ini sekarang beneran diperkuat dan ternyata potensial sekali untuk dikembangkan. Dan gw kan jadi bangga ya. Padahal cungpret kayak gw, dan kemudian yang dikenal di institusi XYZ pun juga sesama staff lah ya, tetapi dari situ bisa sampai ke Kepalanya atau bahkan Wakil Rektor. Itulah ajaibnya networking.

Lol bahasan gw terlalu absurd ya, terlalu ngawang-ngawang. Ya biarlah, soalnya kalau jelas takutnya bukan kapasitas gw untuk ngomongin hal-hal begini di blog pribadi. Wkwkwkwk. Dan anyway random banget gw baru aja dapat email dari perkumpulan alumni (dua berbeda) yang inviting dua hal berbeda, tetapi sayangnya nggak ada yang bener-bener berguna buat gw saat ini untuk bisa diikuti—apaan sih?

IMG_20190321_154243_428.jpg

Oiya Jumat besok gw mau pulang ke rumah ketemu anak. Hiks. Mulai melodrama season sekian-sekian menyaingi trending burning sun, duh kan gw jadi pengen ngomongin itu. *hahahaha—mengingat right now right here gw lagi mendengarkan Big Bang.

Oke selamatlah ya bergabung gw dalam klub PJKA (Pulang Jumat Kembali Ahad) demi ketemu bayik. Yah so far bayik beneran bisa diajak kerjasama. Nggak terlalu upset gw nggak ada—mungkin sudah semacam terlatih semenjak episode Jerman—tetapi ya mau diapa-apain gw sebagai orang tua yang agak sakit gitu jadinya. Ini juga related sih sama sekitar beberapa hari lalu dia itu panas demam naik turun gitu selama 2 minggu. Sejak sebelum gw tinggal sih. Ke dokter berkali-kali—ini juga sebabnya mamak musti nyari dollar cyin—tetapi juga ya gitu-gitu aja. Gigi gerahamnya mau numbuh dan nggak enak makan. Ya otomatis gw kepikiranlah. Ibuku sampe bilang, kamu pikirankah makanya panasnya gak turun-turun? Pengen gw bilang, “menurut nganaaaaaa?” Duh, tapi itu nggak sopan, gw cuma melengos aja nahan air mata.

Yah semoga besok lancar jayalah ya, karena hari senin sampai jumat bakal full disambung dengan workshop yang sudah disebutkan di awal—kayak bahasa surat—dan entahlah nanti sibuknya kayak apa.

Yang jelas, dari lubuk hati terdalam saya sangat berharap pikiran dan pusat perhatian saya hanya akan berputar di sini. Semi-mengkhawatirkan anak, meski I believe he is in the right hands, fokus sama kerjaan utama atau yang freelance. Karena masih freelancing juga meski sekarang ngantor, walaupun akhirnya mengurangi jumlah kuota tulisan yang di up tiap bulannya karena jujur 3 minggu ini gw kayak dikejar-kejar debt collector—meski gw g tau gimana rasanya, Ya Alloh jauhkanlah kami dari yang namanya utang, aaamiinn. Jadi naikin tulisan juga agak keteteran dan nulis di blog juga receh banget akhir-akhir ini. Gak papalah.

Hanya saja tidak demikian, saya juga masih memikirkan hal-hal lain. Mengkhawatirkan hal-hal lain yang seharusnya saya masa bodoh saja. Karena pada dasarnya setiap hal dan berita yang datang dari arah itu nggak pernah ada yang mengenakkan. Semua bikin muak. Dan saya nggak seberuntung itu bisa lepas begitu saja. Adaaa aaaja, gw nggak ngapa-ngapain pun ditelponin. Kampretlah!

Astagfirullahaladzim.