Tags

, , , , , , , , , ,

Assalamu ‘alaikum ya dear readers!

Aku mo curcol, wkwkwk…

Jadi ceritanya udah 2 minggulah orang serumah flu batuk pilek demam gitu. Gw juga udah 2 kali ke dokter klinik bp*s tetapi blom sembuh-sembuh. Kalo anak tetep ya ke DSA, karena kalo nungguin ngurus asuransi/bpjs baru ke dokter rasanya ribet syalala. Tapi ya ujung-ujungnya mamak tekor 2 kali ke dokter hitungannya udah juta 😥. DSA zaman now ya gini.

Nah sabtu kemarin juga pas ada acara keluarga, salah satu sepupu gw ada yang lamaran. Omg, ceweknya baru 21 tahun cyin, gw umur segitu kayaknya masi rempong skripsh*t, blom mikir kawin. Ya, rezeki dan jodoh orang beda-bedalah ya. Smoga sepupu gw dilancarkan hingga hari H nanti. Nah karena ada acara ini, ibuku bikin lemper lah. Nah gw bantu-bantu ajasih tetapi karena pada dasarnya 2 minggu udah sakit, bayik juga sakit yang jadinya manjanya ampun-ampunan, plus susah makan, capeknya bertubi-tubi.

Soaklah kita serumah. Tau nggak sih arti kata soak? Mungkin ini banyak dipakai sama orang timur ya. Soak artinya tepar, nggak bertenaga, lemah lunglai.

Nah pagi tadi karena emang udah nggak tahan, badan sakit semua akhirnya kupanggilah mbak pijet/urut langganan yang suka ke rumah. Dan you guess what? Dari ujung kepala sampai ujung kaki gw, uratnya salah semua, mrongkol-mrongkol kalo istilahnya Mbaknya tadi. Memar-memar (gosong) dimana-mana.

Picture from Pexels

Seumur-umur, ini adalah pijet yang paling sakit yang pernah gw rasakan. Gw emang regularly suka pijet. Cuma akhir-akhir ini jarang saudara. Karena gw merasa pijet/urut adalah kemewahan haqiqi, buat mak-mak pengangguran kayak gw yang berincome limited. Jadi mengurangi frekuensi me time dengan dipijet-pijet termasuk solusi, kekep dompet euy. Namun keputuasan gw itu ternyata salah besar.

Sekitar hampir 6 bulan terakhir gw tuh punya masalah di bagian pinggang dan (maaf) b*k*ng. Nyeri yang datang dan pergi dan jadinya suka kutempelin koyo sama dikasih Voltaren gitu. Terakhir pijet sekitar November tahun lalu sebelum perjalanan ke Jogja. Nah pas itu memang nggak terlalu banyak di”perbaiki” tetapi rasanya udah lumayan.

Nah akhir-akhir ini karena bocah tidurnya nggak normal juga karena sakit, mamak juga jadi salah-salah tidur, sakit pinggangnya semakin menjadi-jadi. Ditempelin koyo sama sekali nggak berasa apa-apaaaaa 😭, tetapi baru dipencet sama mbaknya dikit aja gw udah jejeritan.

Dan sejak semalan pun akhirnya gw ikut minum obatnya Kung yang diresepkan sama dokter praktik. Jadi Jumat malam lalu, pas Apalo gw bawa berobat ke DSA di salah satu klinik laris manis di pati, Kung nya ikut periksa ke dokter umum, dan udah merasa mendingan. Kuduplikasilah obatnya ditambah dopping susu beruang dan vitamin C.

Picture from Pexels

Btw kok gw kayaknya getol banget benerin badan ya hari ini? Ini karena Senin esok mamak mau perjalanan jauh. Dua hari dua malam ke Ibu Kota untuk meraih mimpi #eyak. Jadinya mau nggak mau, tubuh harus (seenggaknya agak) fit.

Tetapi tadi aja udah bikin janji sama Mbak Pijet. “Mbak, nanti sepulang dari Jakarta kayaknya aku bakal pijet lagi deh”.

Nah begitulah cerita kesoakan kami hari ini.

Sekian.

Oiya, sekalian mau share pelajaran yang dipetik hari ini. Soal saving emergency Fund, karena jujur ini penting banget bagi kita kaum hawa. Tadi baru di mention di IG storynya Jouska. Karena sebagai perempuan, mandiri secara finansal itu menurut saya pribadi bukan sebuah pilihan. Tetapi keharusan.

Seenggaknya kita punya pegangan ketika hal-hal emergency terjadi. Nggak minta yang jelek-jelek lah ya, wong gw aja nggak minta dan kebayang bakal jadi kayak gini at this age, tetapi kemandirian finansial akan bikin kita merdeka dan naik satu kelas lebih content, lebih firm mempertahankan harga diri.

Dan kemudian diingetin juga sama temen gw, investment disini luas yaaa artinya termasuk zakat, infaq, dan sedekah. Karena rezeki itu nggak hanya berupa uang, nggak juga hanya bersumber dari gaji. Sering dianterin orang makanan juga termasuk rezeki. Sering nemu makanan halal dan kemudahan mengerjakan ibadah juga termasuk rezeki. Dan selalu menemui pertolongan-pertolongan yang sifatnya ajaib itu juga rezeki. Jadi ingetlah gw soal peristiwa drama gw di Eropa kemarin. MasyaaaAlloh! Artinya rezeki gw nggak dibatasi sama orang yang dengan sengaja jahat dan dzolim sama gw atau anak gw. Karena rumusnya nggak begitu, malah sebaliknya.

Oke, ayok kita semakin banyak dan lebih baik lagi berbenah.

Wassalam.

xoxoxoxo,
atviana