Tags

, , , , , , ,

Hallo, Assalamualaikum wr wb.

Untuk sementara waktu ini, saya enrolled di Ruhr-Universität Bochum (RUB), Germany. Bentar doang sih. Tapi cukuplah waktu untuk experience the academic atmosphere nya. Nah kali ini saya mau membahas soal praying room dan halal food nya. Hahahahaaaa, ada yang nanya, kok bisaaaaa.

Well, karena jumlah penduduk muslim Bochum, atau Germany cukup signifikan dan yang sekolah disini lumayan banyak. It means bukan cuma gw yang jilbaban disini. Buanyaaaakssss. Dan kampus tentunya memberi ruang serta fasilitas untuk mahasiswanya.

Gedung Geofisik ada di Gedung NA, tapi katanya bentar lagi pindah. Dan di gedung NA ada praying roomnya. Sebenenrya gw g tau ya, apa di gedung-gedung lain juga tersedia. Yang jelas, selama gw 2 kali kuliah di yurop, kampus eyk bernaung selalu menyediakan praying room. How cool is that. 😎

Nah praying room ini terletak di lantai 04 Room 407 (duh gw agak g yakin nih, will be updated soon)

Lengkaplah ya fasilitasnya dan dipisah antara ruang jamaah laki-laki dan perempuan. Okenya lagi, praying room ini terletak pas di lantai kelas yang kami diami. Jadi aksesnya nggak sulit.

Dua di atas adalah ruangan sholat untuk jamaah laki-laki. Dan dua berikut ini adalah ruangan untuk para ciwik-ciwik. Dibatasi dengan pemisah ruangan.

Masing-masing tentunya dilengkapi dengan wastafel untuk berwudhu. Tapi style nya agak beda sih sama di Indonesia, yang ini lebih nyaman karena duduk. Tetapi terbatas, jadi harus antri dan bergantian.

Rasanya gimana sholat di sini?

Enak sih, nyaman dan jadi tentram karena mau sholat gak pake bingung-bingung. Jamaahnya kebanyakan german turunan turki atau arab gitu. Yang orang indo kayaknya cuma gw di gedung ini. Atau dikampus ini. Belom pernah g sengaja nemu sih.

Nah gimana kalau makanan halalnya?

Di Mensa (kantin kampus) ada satu seksi khusus yang menyediakan makanan halal. Dan di kampus, makanan dilabeli seperti ini.

Satu hal yang patut digarisbawahi yang mungkin jadi masalah ya bagi orang-orang yang mungkin tidak terbiasa: be flexible lah sama makanan. Wkwkwk.. karena kita berada di negara orang tentunya, makanan yang tersedia adalah makanan negara yang bersangkutan. Karena sebagian besar penduduk dan mahasiswa muslim yang ada Ruhr adalah decendants dari Turki dan Arab, ya makanannya nggak jauh-jauh dari Donner seperti di bawah ini.

Saya sih suka-suka aja ya. Malahan seneng banget. Cuma ada komen kanan kiri yang nggak begitu suka makanan Mensa. Yaiyelah bukan makanan yang biasa lo makan, but I’m not complaining.

Saya sih kadang-kadang masak, bawa bekal. Tapi kadang-kadang juga makan di Mensa, tetep bawa kotak bekal. Karena porsinya buanyak banget. Half dimakan, half dimasukin kotak bekal dimakan nanti. Mamak g mau rugi lah pokoknya.

Nah intinya apa genks?

Intinya, masih sama seperti postingan kemarin. Kita sebagai muslim ini bener-bener udah dimudahkan. Di Negara non mayoritas muslim sekalipun. Dan Alhamdulillah, setiap kampus yang gw kunjungi selalu memberikan kemudahan seperti ini. Menurut saya pribadi, ini juga termasuk rezeki dan keberkahan. Kemudahan-kemudahan untuk menjalankan ibadah menurut saya pribadi adalah rezeki dan keberkahan. Jadi 4 thumbs up lah pokoknya buat RUB.

:D

Tapi sayangnya, gw cuma bentar disini cyin. Tak apalah. Lain waktu, it will get longer over time.

Daaaaaaan satu doa yang selalu gw panjatkan ketika menapaki kota baru,

that Alvaronizam will study here too.

Gw selalu berdoa begitu. Aamiinn, aamiiin ya rabbal alaamiiinn…

With lots of love,
atviana