Tags

, , , , , , , , ,

Assalamu alaikum wr wb.

Dear good readers,

Entahlah akhir-akhir ini, sejak rebranding bulan Juni lalu, saya semacam selalu punya ide, dan motivasi untuk blogging secara konstan dan kontinyu. Walaupun isinya sebagian besar curcol, tetapi seenggaknya ada point yang bisa dibagi ya—dan semoga worth your time by reading this. Wkwkwkwkwk.

Sebagai pengantar saat ini saya sedang LDR dengan anak, karena sedang stay di Jerman for sometime. Hal yang menarik adalah, saya menyadari anak saya bertumbuh menjadi dewasa. Benar-benar dewasa. Umurnya baru 15 bulan, tetapi dia oke dengan keadaan ini. He seems okay, hes happy, no significant drama. Dan yang membahagiakan adalah, setiap di telpon dia “abuk-abuk”—he calls me Abuk—smiling laughing and giving big wavings.

He’s a big boy now. Dia semacam benar-benar memahami, mengapa saya harus pergi dan tidak bersamanya, bahwa ini penting bagi saya—dan bagi dirinya juga. Dan kemudian saya berpikir, I must make him proud or something.

Update: sepertinya sih, dia nggak selalu seneng ya pas ditelpon. Tadi dong, disela-sela coffee break, I called him dan gw dicuekin. lebih milih sibuk makan pisang—or he said “pitang”, dan dia juga sibuk ngasih tau gw kalau ada pohon pisang yang mau rubuh di depan rumah: “pitang ubuh”. Yeah, his talking is quite advance now. Bukan hanya kata kerja, kata benda berdiri sendiri, tetapi sudah pakai frasa. I am so proud. :)

Iyasih masih kecil, perasaannya nggak secomplicated itu, tapi serius, I know, he knows. Gelombang kesadaran lain yang muncul adalah bahwa, ini adalah cita-cita yang baru saya tulis kembali untuk beberapa tahun ke depan:

I will do things that make my son proud.

Hal ini kemudian berarti saya akan mengejar mimpi-mimpi saya sebelumnya yang belum terwujud yang nantinya akan membuat ia bangga. Bahwa apapun jadinya saya nanti, apapun yang saya lakukan di masa depan tidak akan menjadi sesuatu hal yang memalukan.

Well, berat sih, karena terkadang drama-drama memunculkan gejolak emosional, yang terkadang membuat saya melakukan hal-hal yang sifatnya impulsive. Tetapi saya belajar untuk tetap berpikir rasional dan mawas diri. InsyaAlloh ke depannya dengan mindset baru ini saya harap saya bisa mewujudkan daftar mimpi satu persatu.

Aamiin, InsyaAlloh.

Wassalamu ‘alaikum wr wb.
With lots of love,
atviana