Tags

, , ,

Assalamualaikum wr wb.

Hello my dear readers, hope you all okay and healthy, Alhamdulillahirabbil alamin.

Hohoho, mengapa judulnya demikian? Karena saya merasa ini hal menarik yang patut kita apresiasi sebagai Muslim, dengan beragam kemudahan-kemudahan yang telah disediakan untuk beribadah. Hal yang paling saya notice adalah pesatnya perkembangan dunia mengakomodasi kebutuhan umat Islam. Seperti dilengkapinya fasilitas-fasilitas umum dengan masjid atau mushola, kemudian adanya pilihan makanan-makanan halal ini. Well, ini dalam artian bukan tempat umum di Indonesia lo ya, di luar negeri dan maskapai luar negeri.

I write you this on my way to Bangkok with Thai Airlines. Dan saya baru saja menghabiskan satu porsi Muslim Meals (halal meals) yang katakanlah lumayan memuaskan bagi lidah pelancong Indonesia.

Ini bukan kali pertama saya sih melalui pengalaman disediakannya makanan halal di Maskapai non Indonesia atau milik negara non mayoritas muslim. Pertama kali saya ditawari Muslim Meal di penerbangan sewaktu terbang dengan Xiamen Air tahun 2015 dan kali kedua adalah ini dengan Thai Airways. Mungkin kalo kita naik maskapai lokal macam Garuda atau maskapai punya negara tetangga semacam Malaysian Airlines atau Singapore Air atau bahkan Air Asia. Sudah biasa lah ya ada pilihan makanan halal, atau bahkan semua pilihannya emang halal.

Hal ini menggambarkan betapa kita dimudahkan untuk beribadah (makan termasuk ibadah lo ya) di luar negeri sekalipun. Dan mungkin penting untuk request saat booking agar maskapai menyediakan makanan halal pada outbound kita.

Emang sih di web nya sendiri pada saat online booking dikasih wanti-wanti, g semua rute penerbangan menjamin tersedianya makanan halal. Tetapi seenggaknya ketika kita request di awal, pihak maskapai bisa siap-siap dan mencarikan opsi pengganti apabila memang tidak ada.

Oke kita bahas ya apa aja menunya.

Jeng jeeeeng.

Itu dia penampakannya.

Ada 1 slice naan, baguette sama butter halal, salad tuna (fix ini enak banget), dessert, dan makanan utamanya: lamb stew sama nasi basmati gitu dan semacam sayuran lembek (ini negative nya) tapi nggak usahlah menghina makanan kalo g suka.

Yang paling aku suka adalah salad tunanya, dengan perasan jeruk nipis terus dimakan pake naaan, huhuhu enaks bangets.

Lamb stewnya so so lah ya tapi aku abis juga, karena laper. Yang nggak habis nasi dan sayur hijau lembeknya nggak kumakan.

Nah dessertnya juga enaks geng, semacam tart buah gitu tapi ada slightly chocolate flavour karena ada 1 layer cake coklat.

Nah untuk menunya Xiamen Air, agak lupa sih kayak apa rasanya. Yang jelas bearable lah untuk mengganjal perut.

Nah sekarang kalau misalnya nggak tersedia nih makanan halalnya, kita harus apa? Well berdasarkan pengalaman pribadi, saya milih makanan dengan urutan seperti ini: menu vegan atau vegetarian, menu ikan, atau menu ayam atau sapi. Nah kalo beneran nggak ada, jikalau penerbangannya singkat, mungkin lebih milih g makan. Tapi kalau penerbangan 14 jaman gitu g mungkin g makan lah ya. Ya udah bismillahirrahmanirrahim, dimakan aja apa yang ada.

Nah rumus ini juga saya gunakan selama saya melancong kemana-mana. Alhamdulilaah aman-aman aja.

Balik kepada fakta bahwa dunia semacam berlomba-lomba memberikan kita fasilitas dan kemudahan, seharusnya menjadi lecutan supaya kita bisa tetap menjaga diri dari hal-hal yang dilarang. Pernah saya bahas pada postingan saya yang sudah lalu soal Traveling saya ke Seoul yang mana Korea Selatan saat ini memang lagi getol-getolnya menarik minat turis muslim sehingg atraksi-atraksi favorit sudah dilengkapi dengan mushola dan berjamurnya tempat makan halal. Nggak cuma Korea Selatan, Jepang sudah lebih dulu mengambil langkah ini dengan mulai banyaknya produk-produk halal, restoran halal dan tempat ibadah di sarana umum.

Kalau untuk Jepang, mungkin bukan cuma untuk turis ya, karena perkembangan Islam disana juga cukup signifikan. Nah Jepang beneran masih ada di daftar wish list teratas untuk dikunjungi. Semoga segera!

Nah dari hasil baca-baca group Backpacker Dunia, di Bangkok sendiri fasilitas umum seperti bandara juga sudah dilengkapi Praying Room. Nah PR saya besok nih untuk sholat disana.

Well Update, kemarin sewaktu singgah di Svarnabhumi Airport itu semacam keburu-buru gitu, ngejar penerbangan selanjutnya yang cuma selang 1 jam dan itu bandara ya Alloh segede gaban. Nah g sengaja ngelewatin praying room, mau dipoto tapi g sempat. Hiks. Nanti lah ya pas balik transitnya dibikin lama buat lanjalan dulu di bandara.

Kayaknya segitu dulu deh ya. Nanti disambung lagi.

Wassalamualaikum,

ICE train to Bochum

atviana