Assalamu alaikum wr wb.

I hope you all are in good condition, Alhamdulilaahirabbil alamin..

Ketika saya memulai jadwal yang benar-benar padat, diawali dengan nonstop travel ke Bogor di bulan lalu, ditambah dengan banyaknya pikiran saya sudah mengira-ngira—bukan berharap, tapi lebih ke mempersiapkan diri supaya nggak—seberapa kuat tubuh gw bisa bertahan. Sebagai contoh ketika masa-masa paling sulit di bulan November-Desember tahun lalu saya lewati, hampir tiap minggu saya ke dokter. 😢. Gantian aja sama Apalo. Nah ini dengan tingginya tingkat stress dan mobilitas hari ini tubuh saya akhirnya protes.

Siang tadi, dimulai dengan sakit kepala ringan, masih nyuapin Apalo tapi udah mulai rada-rada senewen karena nyut-nyutan, tetapi karena agenda masih banyak selesai beresin cucian, langsung lah cuss ke Simpang Lima, nyari Euro, yang mana seriusan ini bikin stress juga, naiknya parah.

Sepulang dari situ, bobok bentar sambil kelonan Apalo, sakit kepala tambah menjadi-jadi. Dan diikuti mual, bolak balik ke kamar mandi buat muntah-muntah. Ya Alloh gw langsung flash back ke masa-masa pregnancy yang Subhanallah banget rasanya, tiap pulang kantor pasti tepar, mual muntah-muntah. Tapi kalo itu sih abis muntah enakan, doyan makan lagi. Yang inisih enggak.

Nggak pake lama, dibawalah ke dokter sama Uti dan Kung sama Apalo juga ikutan nganter. Lah dalah, tebak sodara-sodara, yeah Maagh kumat. Dan dokternya menatap prihatin sambil ngomong: maagh ini penyakit khas perempuan. Sang dokter lebih sering menjumpai kasus seperti ini terjadi pada wanita dibanding pria.

Yak desss!

Gegara banyak kerjaan jadi g teratur makan.

Yak dess!

Gegara prioritas, yang penting anak makan dulu mamak belakangan.

Yak dess!

Ketika mamak mau makan dengan sedikit tenang bayik bangun

Daaan sejuta alasan lainnya.

Terus mulai inget-ingetlah, kapan aja telat makan, kurang makan daaaan seterusnya. Tapi sebenernya ini akumulasi sih. Dari semua tekanan yang ditemui 3-4 bulan terakhir—setahun terakhir sih lebih tepatnya. Tumbangnya dalam 4 bulan terakhir ya baru hari ini aja.

Subject to copyright, but I couldn’t find the source to be creditted. I got it from somewhere out there on internet.

Pesan moralnya adalah: maagh itu symptoms nya stress-induced—inisih pengalaman pribadi doang, dan sedikit banyak dipengaruhi pola makan. Ketika zaman SMA diagnosis dengan Gastritis, dokter waktu itu bilang ini penyakit yang sifatnya nggak reversible, sembuh symptoms nya doang tetapi dinding lambung nggak kembali utuh kalau udah luka. Ya sedikit banyak akan kambuh kalo ke trigger dua hal di atas—cmiiw ya bu dokter pak dokter.

Sudah berusaha sih menjaga pola makan dan lain sebagainya, tetapi yang belum bisa diatur dengan bijaksana adalah beban pikirannya, sang akar masalah dari banyak penyakit.

Semoga dimudahkan ya sama Alloh, semoga menjadi penggugur dosa. Stay healthy everyone! Tiup jauh-jauh stress nya yaa—ngomong sama diri sendiri.

Wassalam.

With lots of love,
atviana