Tags

, , , , , , , , , , ,

Assalamualaikum wr wb.

Hello the good readers, hope you are all healthy and happy. Di rumah pada tepar, my baby is positively diagnosed with typhoid fever setelah hampir seminggu ngak nguk rewel nggak jelas. Remember my last post? Kemarin malam panasnya memuncak menjadi 39 derajat dan akhirnya ibuk cuss bawa ke DSA langganan–baru sebulan lalu dikunjungi dengan keluhan demam tinggi juga. Kemudian periksa darah lengkap dan positif ada bakteri Salmonella. Hiks deeek, kamu suka mungut-mungut sembarang masuk mulut siiih…

Alhamdilillah malam ini udah turun demamnya, dan lumayan nyenyak tidurnya, hiks ibuk nggak ronda insyaAlloh malem ini 😭.

Tapi postingan ini bukan soal itu–yailah bahasanya, saya mau sharing soal hobby lama yang baru-baru ini bersemi parah: Baking and Cooking. Nah level keparahan khusus buat baking: i love baking, tapi nggak suka makan manis-manis, so kebanyakan hasil baking nggak kemakan di rumah, kalau nggak dibawa ke kekantor Uti (ibuku) atau Kung (bapakku).

Semenjak saya berdiam di rumah, banyak sekali waktu saya lewatkan dengan memasak atau bikin kue. Apalagi ketika secara emosional saya lagi galau, biasanya saya bikin kue. Wkwkwkwk. Akhirnya saya bikin deh akun di Cookpad untuk menyalurkan ide-ide masakan atau kue hasil coba-coba. Kadang gagal juga sih. Nggak selalu berakhir enak coba-cobanya–ya kayak hidup sih. Akan saya post soal Cookpad ini di lain kesempatan.

Nah ada satu family tradition yang pengen saya wariskan kepada anak, bahwa di rumah kami, pada momen-momen spesial, keluarga kami suka masak dan bikin kue untuk merayakannya. Terutama saat lebaran. We baked all of our cookies, we cook Raya’s foods, even lontong dan buras, ibuku buat sendiri.

Sebenernya sih, di rumah tidak begitu ada budaya merayakan ulang tahun, hanya terkadang ibuku suka membuatkan makanan spesial, atau cake ketika kami berulangtahun. Dan ketika Baby Ap’s birthday kemarin,  saya ingin mengadakan sesuatu yang istimewa sehingga bisa menjadi memori bahagianya. Meskipun menurut penelitian memori anak dibawah 3 tahun akan hilang sih, karena perekamannya yang belum sempurna–tetapi setidaknya ketika seorang anak tumbuh dalam environment yang sehat, bahagia, dan penuh cinta, tumbuh kembangnya akan pesat dan sempurna. Hal ini yang selalu saya syukuri, saya punya support system yang bagus, Alloh menganugerahi saya keluarga dan teman-teman yang aware terhadap pendidikan dan perkembangan anak usia dini. Seenggaknya Baby Ap banyak yang menstimulasi dan mengajarkan hal-hal baik, bukan hanya oleh saya saja, tapi hampir oleh semua anggota keluarga.

Back to bday stuffs, akhirnya saya memutuskan membuatkan oreo cake dan bento nasi kuning buat dibagi-bagiin ke tetangga. Naaah, I’m not an expeeerttt, dekor cake aja masi berantakan tapi bisalah kalo cuma buat poto uplod Instagram nggak malu-maluin banget. Soal rasa lumayanlah, kalo bentonya juwarak lah ya, Uti yang masak soalnya, wkwkwkwk, saya cuma bagian bikin eggroll, dan kupas bumbu, daaan cuci piring aja. 😬

Ide kuenya saya adaptasi dari kue buatan Mas Jhon dari PreppyKitchen, yang dasar cake nya saya pake resep cake jadul nya Uti. Kapan-kapan lah ya saya share resepnya. Anw itu pardon standing kuenya pake kaleng khongguan, nggak punya cake stand soalnya. Wkwkwk.

Kemudian ini bentonya.

Pardon ya, bentuknya agak ambigu. Ketika saya post di Instagram story, pada nebak-nebak berhadiah gitu soal nasi kuningnya berbentuk apaan, ada yang bilang minion, patrick star, dan apalagi gitu sampe lupa. Tapi itu sebenarnya adalah bentuk pesawat terbang ✈ —kan gagal kaaan.. 😰😂

Tradisi ini insyaAlloh akan tetap saya jaga, tradisi memberikan kebahagiaan dan senyum pada anak bersama dengan doa-doa baik yang kami sekeluarga panjatkan. Agar ia tahu, bahwa ia berharga dan disayangi. ❤

Wassalamu alaikum wr wb.
Tetap sehat di musim pancaroba ini ya,

cheers,

atviana