Tags

, , ,

​Assalamu ‘alaikum my good readers,
How are you?
For me, my life lately is a roller coaster ride.

Postingan ini saya anggap semacam self-affirmation, bahwa meski apapun yang mungkin akan atau telah terjadi saya akan tetap menulis. Karena menulis adalah bagian hidup saya. Seperti halnya blog ini yang sudah sangat lama menjadi wadah saya menempatkan diri, menjadi outlet ekspresi paling jujur dan apaadanya. In the beginning I made this blog with aim to keep me writing about everything my heart desires. I will keep it that way.

Katakanlah sebelas bulan terakhir sejak postingan di bulan Juli tahun lalu adalah sebelas bulan terberat dalam hidup yang pernah saya alami. Saya sampai tidak tahu lagi batas antara khayal dan realita. Masih sering rasanya saya berharap bangun dan semua ini hanya mimpi buruk, tapi ternyata tidak. Kesakitan yang timbul terlalu nyata hingga akhirnya menjadi kebas dan mati rasa.

During this crazy period, I have been fighting to reconnect my life, and keeping my sanity. My life was really turning upside down. I struggled to stand up. The broken things were almost reaching my core, nearly. Once I could really relate, what depression really means, that depression kills. Yes, I did feel the same. At that lowest point of my life, I nearly lost my self, literally.

Imbasnya saya kemudian berhenti menulis. Menutup blog ini sementara dan banyak berfikir. Hanya saja kemudian sebuah kesadaran tumbuh, saya tidak akan membiarkan kejadian buruk ini menggerogoti hidup saya. Terlalu receh rasanya.

My life is too damn priceless to be spent on misery and shuting down my own self was not the answer. And I won’t  let them taking stuffs anymore from me ever again.  I won’t let, those heartless human beings continue hurting me and keeping me away from things I love. 

After so much consideration and major cleanup, here I bring my self back, I bring this blog live once again. Hingga tiba pada hari ini, sebelas bulan kemudian—sejak postingan saya yang lalu—saya akhirnya menulis entri baru: Saya Tidak Akan Berhenti Menulis. 

Insya Alloh I will continue blogging about anything: my adorable son, crafting stuffs—I really have some on going projects right now but I am not sure I will post them asap, food—with abundance time I have at home, I keep cooking and baking and back cooking again, gosh! and travelings. 

Mengambil pelajaran berharga dari apa yang telah saya lalui belakangan, mungkin—karena saya tidak tahu pasti tujuan Ilahi Robbi mempertemukan saya dengan masalah ini—saya dimaksudkan menjadikan titik ini sebagai turning point, untuk menata kembali hidup, merencanakan hidup dengan lebih baik dan lebih bijaksana. Kembali menulis baris-baris mimpi dan cita-cita, membangun optimisme, meningkatkan syukur atas apa yang telah sekian lama setia bersama saya, dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Alloh SWT. Karena jujur saja, ada degradasi kualitas diri beberapa waktu belakangan ini. Dan ini adalah waktunya berbenah.

Through this post I really really want to say happy birthday to me as well. I want to tell my self that I have worked hard, and life is just being life: bittersweet. The absolute fairness will be there, afterlife. And I will hold on to the faith that brought me this far. Innalaha Ma’ana, Innallaha MaaShobirin. 

06/16/2018


Wassalamu alaikum wr wb
With lots of love,

atviana