Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

bukchon-hanok-village

our first “casually-photographed-holding-hand-pose”

Assalamu ‘alaikum wr. Wb.

Hello beloved readers, how are you? I am just great. 5 months pregnant and still counting.

Postingan ini sebenarnya sekedar melunasi janji personal. Tapi udah diniatin dari awal: nggak akan cukup informatif jikalau mau digunakan sebagai rujukan. Hanya sharing pengalaman-pengalaman pribadi menarik selama jalan-jalan ke Seoul Oktober kemarin.

Saya sudah berniat untuk jalan-jalan ke Korea itu semenjak lulus S2 di 2014. Mulai kerja, nyari duit utamanya waktu itu buat beli skincare dan nabung buat jalan-jalan. Dangkal banget kan ya. Hahhaa..

Nah mulailah planning untuk traveling di 2015 dengan topik mencari musim gugur. Namun rencana traveling tersebut tersangkut berbagai macam kendala. Ya udah batal. Nah pas itu, teman-teman Korea saya menjadi tambah banyak, dan mereka menyarankan 2016 aja jalan-jalannya. Awal 2016, teman baik saya tersebut mengabarkan rencana pernikahannya yang akan berlangsung di awal Oktober 2016. Wah kebetulan. Ya udah saya kemudian iseng-iseng mulai nyari tiket, dan alhamdullillah kemaren beneran dapat promo. Mulus lah ya planning awalnya.

Kemudian banyak hal yang terjadi di 2016 di mana saya sendiri tidak pernah mengantisipasi hal-hal tersebut. *griiiining widely yet Alhamdulillah in this case. Jalan-jalan Seoul selama 1 minggu di Oktober 2016, kemudian berubah menjadi, traveling amatir slash honeymoon. Kyaaa… Gesernya jauh banget kan ya…

. no caption needed . #atvianatravelingtalk #seoulfoliagetrip

A post shared by Fitrie Atviana Nurritasari (@fitrieatviana) on

Sebenarnya saya nggak terlalu suka sama hal-hal mainstream. Dan jalan-jalan ke Korea Selatan saat ini menurut saya mainstream banget. Tapi mengapa harus Korea? Firstly sejak 2013, at least sekali setahun saya sengaja mencari-cari alasan buat ke luar negeri. Bagusnya lagi kalau gratisan. Nah it’s been years I have been being exposed by Korean culture through K-wave. Then visiting places in Korea then become personal obsession. Kemudian ditambah faktor temen-temen baik banyak di Seoul, yess nilai tambah.

Drama Visa

Hal pertama yang saya lalui adalah drama visa. Istilah ini tepat sekali untuk mewakili perasaan saya pada saat itu:

Too much information will kill you.—Queen

Bagi yang pernah mengurus visa Korea Selatan akhir-akhir ini pasti mengalami perasaan yang sama. Sebab apa, Korea Selatan memang pada dasarnya memperketat kebijakan imigrasinya terkait pekerja imigran ilegal. Namun yang paling membuat galau adalah terlalu banyaknya informasi yang sebenernya tujuannya informatif si, tetapi after effectnya adalah nakut-nakutin calon pelamar. Gosh. Really. Too much information nearly killed me.

Sebenarnya saya ini orangnya simpel, taat aturan dan lempeng banget. Jadi ya harusnya nggak perlu khawatir-khawatir amat lah ya soal visa akan ditolak. Penuhi dan lengkapi semua persyaratannya. Ikuti prosedurnya. Udah.

Kebanyakan nyari informasi membuat khawatir yang tidak perlu. Kemudian teringat pesan dari Newt Scamander di FBaWYCFT—panjang banget ya singkatan seri spinoff Harry Potter satu ini:

My philosophy is if you worry, you suffer twice.—Newt Scamander

Saran saya untuk para pelamar visa Korea Selatan. Selama niat anda baik, mau jalan-jalan kek, belajar atupun urusan kerjaan, selama bisa dengan lengkap memenuhi semua persyaratannya: Don’t be too worry, you will be totally fine. Good Luck!!

Kemana Aja?

Ah, bagian ini mungkin adalah bagian yang paling mainstream. Please, jangan berharap dan menyangka acara jalan-jalan saya akan seperti para travel blogger dan backpacker sejati lain. Hahahaha… Totally nope. Untuk tahu seperti apasih jalan-jalan versi saya secara umum, please refer ke sini: Ideologi Random.

Saya—tentunya—mengunjungi tempat-tempat mainstream. Hahahaha. Tapi kayaknya ada satu spot yang jarang dikunjungi traveler Indonesia: Guri Hangang Park. Saya memang paling suka open public space, jadinya mengunjungi Guri Park merupakan pengalaman menarik, terutama sepanjang Oktober saatnya cosmos flower bermekaran. Daan setelah saya kesana beberapa minggu kemudian, tempat ini jadi lokasi syuting nya Gong Hyo Jin di Jealousy Incarnate.

Nah berikut ini attractions yang saya kunjungi dan ngapain aja di sana.

1. Masjid Raya Seoul dan kawasan Itaewon: kayaknya saya ke daerah ini sampai dua kali. Pertama pas hari Jumat. Jadi selama suami sholat Jumat, saya duduk-duduk ngampar di bangku bawah pohon memandang downtown area of Seoul di kejauhan sambil ngobrol cantik sama seorang Mahasiswi Seoul Nat’l Uni asal Aljazair. Haha seru! Itaewon merupakan tempat dengan alkulturasi budaya mancanegara termasuk budaya timur tengah. Sehingga, restoran halal banyak di sini. Kami menikmati makan siang di Makan Halal Restaurant. Recommended. Cobain deh kesana! Deket banget sama masjidnya.

2. Guri Hangang Park dan Lotte World: pagi hari yang cerah kami ke Guri Park ini, kemudian ke Lotte World di Jamsil, karena untuk ke Gyuri Park, turunnya di stasiun Jamsil dari Sinchon dan dilanjutkan naik Bus. Jadinya sekalian aja ke Lotte World. Dari Lotte World ke Lotte Depstore, pas kebetulan lagi ada Korean Great Sale. Lumayanlah kemaren dapet barang-barang diskonan.

Cosmos bloomings in Guri Hangang Park. #atvianatravelingtalk #seoulfoliagetrip

A post shared by Fitrie Atviana Nurritasari (@fitrieatviana) on

3. Namsan Tower: Pulang dari Lotte World kami ke N Tower. Ngikutin hype nya aja sik. Ah udahlah ya detail ngapain aja disana nggak perlu dishare. Hahahahahahaha… mainstream abislah pokoknya.

4. Sinchon Area, Yonsei Uni: Nah kami memilih penginapan—this guest house—di area Sinchon. Kalau boleh kubilang si ini area paling gaul banget dari tempat-tempat lain yang udah dikunjungi. Sebab apa, Sinchon diapit oleh 3 kampus besar: Yonsei, Sogang dan Hongik. Mlipir dikit bisa ke Ehwa Uni, satu staiun lagi kawasan Hongdae. Jadilah ya ini lokasi youth area banget. First impression pas nyampe Sinchon sebelum ketemu guest house nya dari arah staiun adalah: “Dyem, kakak kebanting”. Kayak orang lusuh ditengah-tengah remaja remaji eksis Seoul yang kece-kece. Sumpah, semua orang kece. Hahahahahaha. 

Woori best friend in Seoul. #atvianatravelingtalk #seoulfoliagetrip

A post shared by Fitrie Atviana Nurritasari (@fitrieatviana) on

5. Ehwa Women Uni: nah jalan-jalan kesini kayaknya hari terakhir sebelum pulang jadi bener-bener slow pace banget temanya, jalan-jalan dan makan. Ke Ehwa, merhatiin mahasiswa-mahasiswa dan foto-foto, karena beberapa lokasi sudah menunjukkan musim gugur. Yang mana sayangnya belum datang sewaktu kami ada di sana. Hiks.

6. Hongdae: dari Ehwa kami ke Hongdae, jalan-jalan gaje, nyobain resto random dan makan-makanan pedes. It was like a  great torture for my dear husband. He literally could not enjoy spicy food. *grin

Eating spicy food is accomplished. Today mission is a total eatery. #atvianatravelingtalk #seoulfoliagetrip

A post shared by Fitrie Atviana Nurritasari (@fitrieatviana) on

7. Myongdong: ke myongdong nggak rencana sih, Cuma jalan-jalan, liat-liat, mampir di Starbucks karena lagi hujan, sambil ngenet dan ngopi ala-ala—padahal yang diminum pun kopi abal-abal, kebanyakan moka dan rasa pumpkin+spices nya sama mint tea hangat.

8. Cyeonggycheon stream area: kami mengunjungi kantor KTO untuk redeem free T-money dan sholat magrib-isya disana. Terus menelususi cyeonggi stream yang katanya oke. Tapi agak kecewa sih. Heu. Not so recommended.

9. World Cup Stadium Area: sebenernya ke area ini karena pengen mengunjungi Haneul Park. Tapi nggak ketemu. Cuma jadinya jalan-jalan random ke sekitar area perumahannya. Hau cantiik. Jadi keinget jalan-jalan perumahan di Enschede. Mirip soalnya suasananya.

10. Gyeongbok Goong: inti acara jalan-jalan Korea saya, kayaknya kunjugan ke palace ini deh. Bagi saya Gyeongbokgoong ini mewakili semua tradisi Korea, masyarakatnya, fusion antara vintage dan modern. Daaaan saya throwback mengenang K-drama favorit saya sepanjang masa: Goong!

11. Insadong: dari Gyeongbokgoong jalan kaki ke arah Gwanghamun Plaza, kemudian ke arah Insadong. Di sini belanja oleh-oleh sih. Ehm, bukan yang paling murah se-intagram sih tapi yah lumayan. Jalan-jalan random, ngemil Eomuk dan Gimbab mini.

Strolling around Insadong and eating Eomuk! #latepost #itwasttwodaysago #atvianatravelingtalk #seoulfoliagetrip

A post shared by Fitrie Atviana Nurritasari (@fitrieatviana) on

12. Bukchon Hanok Village: termasuk kunjungan di awal-awal kedatangan. Recommended lah pokoknya. Puas kesini. Bener-bener Seoul versi vintage.

The most famous alley in Bukchon. Start to #throwback for #atvianatravelingtalk episode #seoulfoliagetrip

A post shared by Fitrie Atviana Nurritasari (@fitrieatviana) on

13. The War Memorial of Korea: Nah kunjungan kali ini, karena pernikahan teman saya diadakan di sini. Jadinya sekalin berkunjung ke memorial centre nya. Semacam museum perjuangan kemerdekaan Korea gitu sih. Saat itu juga kebetulan ada recital violin anak-anak gitu, sekali mendayung banyak pulau yang dilewati.

Attending Soyun + Kanghoon's Wedding! . . #atvianatravelingtalk #seoulfoliagetrip

A post shared by Fitrie Atviana Nurritasari (@fitrieatviana) on

Sebenarnya belum semua main attractions kami kunjungi. Tapi apalah daya, waktu dan tenaga tidak mendukung.

What’s interesting?

Satu: Semua penunjuk jalan, informasi, dan sarana prasarana buat turis tersedia dalam Bahasa Inggris. Nggak semua sih, pas mau nyewa sepeda di area World Cup Stadium nggak ada petunjuk dalam English nya. Hiks. Batal deh.

Namun selain itu, semua petunjuk, menu makanan (at least) dan pusat-pusat informasi menggunakan Bahasa inggris dan ada beberapa tempat yang saya ketahui memiliki servis dengan fluent berbahasa Indonesia. Menurut saya, Seoul memang siap banget untuk menerima kunjungan turis mancanegara.

Yang paling lucu adalah, kebanyakan teman-teman dan keluarga nggak percaya kalau saya dan suami random jalan-jalan sendiri tanpa guide. Mereka menganggap teman-teman Korean saya full menemani. Maklum lah ya, keluarga dan temen-temen yang nanya begitu kebanyakan jarang traveling individual, ngebolang gitu. Yet, menurut saya seru sih jalan-jalan sendiri itu. Nggak pakai guide, jasa travel ataupun dianter-anter temen. Okelah kita nggak akan tau apapun as local kalau nggak bareng temen-temen inhabitant asli. Tetapi dengan mencari informasi sana-sini, menurut saya bisalah ya kita merasakan agak seperti para penduduk lokal. Hahaha. Meski resiko nya kesasar, kena scam atau apapun. Alhamdulillah perjalanan kemarin bebas Scaaaaam. Hahahaha…

Dua: Hampir semua main attractions di Korea sekarang menyediakan Mushola lo. Ini penting dan menarik banget. Mereka emang lagi galak-galaknya menarik minat turis dari negara-negara muslim. Sehingga sarana-prasarana sholatnya dilengkapi. Selama di luar penginapan saya pernah sholat di:

  1. Masjid Raya Seoul di Itaewon, sampai 2 kali, bela-belain singgah di Itaewon buat sholat ashar
  2. Kantor KTO
  3. Lotte World

Saran saya, jangan segan-segan nanya di bagian informasi, dimanapun anda berada. Pas di Lotte Wolrd pun saya nggak yakin ada musholanya. Jadi saya random aja ke bagian informasi nanya, ada Praying Room nggak. Mbak-mbak bagian informasinya bilang ada doong!!! Karena terakhir bermodal googling saya baca di sebuah blog, lokasi praying area nya agak terbuka gitu. Tapi sekarang udah khusus praying room gitu. Mungkin saat ini jikalau mereka nggak punya praying room khusus, ada space yang memang sudah dipersiapkan untuk sholat. Cmiiw.

Secara umum mengesankan sih acara jalan-jalannya. Apa karena ini adalah untuk pertama kalinya, dua minggu full hidup sama suami?—plaak…

Oiya, untuk lebih lanjut nanya-nanya, detail info apapun, yang bisa saya bantu, please drop a comment below InsyaAlloh dibales.

see you at another great post.
wassalamualaikum.

seminggu-di-seoul-cover-2

 

xoxoxo
atviana

Advertisements