Tags

, , , , , ,

white-girl

image by favim.com

Assalamu alaikum, hello reader!

Hari ini H-8 atau H-9 yak?
Gosh, kadang-kadang gw juga nggak ngeh kalau udah bentar lagi.

Yeah! I am getting married very soon. InsyaAlloh. Who is he? I will talk about him on another post perhaps. Postingan ini sebenarnya ingin menggarisbawahi ke-tidak-ngapa-ngapain-an saya menjelang pernikahan, dan rasa—masih—tidak percaya saya soal ini.

Is it really true? Is it even real?

Saya akui ini disebabkan karena planningnya yang sangat cepat, masa kenalan yang super singkat daaaaan pernikahan saya yang akan diselenggarakan di Pati. Yang mana saya nggak tinggal disana. So, whatever lah soal detail-detail itu.

Nah, drama yang terjadi lebih ke kontemplasi pribadi tentang keputusan besar yang saya ambil, yang melibatkan bukan hanya saya dan dia, tapi keluarga saya dan dia dan tidak ada namanya reverse button. Once you call this choice you could never recall it.

Jadi, apa dramanya? Sebelum ke dramanya mending ke wedding preparationnya lah ya. Yang mana sebenernya nggak banyak yang saya lakukan. Wkwkwk…

Seriously I don’t do anything what brides-to-be usually do, or we-as-couple don’t do what other couples usually do. Misal nih ya, belanja seserahan, choosing vendor together or even milih cincin kawin. No! We do not do that together! His mom practically made me the ring and till today I have no slightest clue what my wedding ring will look like.

What I am pouring my attention to lately is I embroider my own kebaya akad. Sounds intriguing right. But it is—honestly—just because I love the challenge of making it my self. I designed it and I embroider it by hand. That’s it. Not because it is my wedding day or anything. No.

I used to have my own crazy idea on wedding where I designed all the stuffs myself. Yet it is not really easily gonna be happen. First it costs money. Second it still costs you money, lots of money. I know how crazy and detail my dream could be. And probably third I just get older now. I could prioritize what matter to me the most. So what I’ve done merely because I shall honor my friends, family and about the challenge, not because I’m getting married.

Could you see the problem here? I don’t think because I’m getting married I will get all of the privileges. Or let say, I don’t think wedding day—well, okay it is important—but not in the level I will do anything to make all the dreams come true.

So what about the drama. What about it?

Pernah denger nggak apabila seseorang yang hendaknya memiliki hajat besar ada aja bunga-bunganya?—Istilah ini saya pinjem dari partner saya di Medan, setelah percakapan kami beberapa hari lalu. Ada aja yang kejadian, yang ujung-ujungnya selalu berkaitan dengan pengeluaran uang tambahan. They say it as an unexpected cost. #lol. And it is true, even for anything not directly related to wedding stuffs. It just happen. Gosh! Ini sih yang bikin gw sakit kepala akhir-akhir ini.

Terus ketika kita mau ngambil cuti panjang, kok kayaknya kerjaan nggak ada habisnya ya. Adaaaaa aja. Nah ini juga kejadian. #anotherLOL. Dan satu hal yang kayaknya gw agak lupa berkaitan soal laki-laki—saking lamanya nggak punya serious relationship sama cowok nih gini—saya lupa laki-laki itu makhluk yang nggak suka ribet, nggak mau repot dan preference nya serba simple.

Ah.

Tidak perlulah ya ini diutarakan panjang lebar, bisa ada world war III menjelang acara nanti. Yah gw anggap ini semacam bunga-bunga lain yang mekar sebelum acara #lollagi.

Dan setelah sekian lama akhirnya—rencananya—saya akan traveling lagi. Masih nunggu visa abang beres—kalau boleh jujur urusan cowok nggak mau ribet itu berhubungan sama visa nya doski #rollingeyes. Visa punya saya sudah jadi, tinggal diambil di kedutaan. Tapi rasa-rasanya kok nggak terlalu semangat ya. Okay semoga setelah urusan visanya selesai bisa semangat finalisasi planning jalan-jalannya #pray!

#update, baru aja 22/09/2016 5.35 PM gw cek web kedutaan dan visa abang approved. Ah. lega rasanya!!

Okay kayaknya cukup dulu deh curcol sorenya. Mohon doanya ya, supaya acaranya lancar dan barokah, and hopefully we can handle each other within the framework of marriage *kyaaak bahasanya macem proposal ecohydrology.

See you in the next post.

Wassalamu alaikum.
Cheers,

atviana

 

*gosh ini adalah postingan tidak terkonsisten yang pernah dibuat! Saya-gw, Indonesia-English diaduk jadi satu.

 

Advertisements