Tags

, , , , , , ,

Yuhuuu!!!

Assalamu ‘alaikum wr wb.

Hello reader, how are you? Your last long weekend went good? So did mine. Wonderfull! Fully occupied by ladies days and nights! Hahaha… I will put that on another charming post. Promise!

Minggu lalu dalam sebuah ruang chatting group Whatsapp—ceilah bahasanya—saya dan teman seangkatan saya berbincang seru soal bisa a la biasa. Sebenarnya si prinsip ini relevan untuk segala hal dan kondisi, karena memang benar adanya begitu. Namun kemarin ulasan kami lebih spesifik #eaak. Begini ceritanya.

Salah seroang sahabat saya baru memulai kehidupan kampus a la mahasiswa pascasarjana. Ia sukses meraih beasiswa unggulan DIKTI calon dosen yang diproyeksikan untuk menyelesaikan program master dan doktor dalam sekali program beasiswa—sadis. Nah, menariknya, Doi terdaftar pada almamater saya dulu, exactly jurusan yang dulu pernah saya ambil—anw, ini gaya banget! Lulus baru tahun kemaren juga—jadi kami banyak diskusi dan sharing soal matakuliah, dosen, suasana belajar dan lain sebagainya.

Satu hal yang kami anggap mirip dan lumrah adalah expertasi dalam mengggunakan software remote sensing dan GIS. Well, sudah pada tahu kan lah ya kami-kami ini backgroundnya apaan. Jadi, selama masa perkuliahan mahasiswa program master ini didapuk untuk bisa mengoperasikan berbagai macam software remote sensing dan GIS. Sekali lagi saya garis bawahi: BISA.

Asia Pacific Base Map for APHELP and APEcohydrology

Asia Pacific Base Map for APHELP and APEcohydrology—contoh kerjaan yang menggunakan ArcGIS

Sebelum kita bahas lebih lanjut kayaknya pantas ditengok lagi sebuah prinsip yang lain, bahwasannya kita nggak akan bisa menjadi expert dalam segala hal. Bisa melakukan banyak hal sekaligus hanya akan menjadikan kita sebagai orang kebanyakan atau rata-rata. Lain halnya dengan ahli dalam suatu bidang tertentu. We’ll be an expert for sure—Anonim. Nah karena hal inilah saya dan teman saya ini cenderung untuk menguasai suatu software spesifik dalam jangka waktu tertentu dan lupa ketika sudah jarang digunakan. Hahaha…

Digitizing

Digitizing

Jadi ketika kami terbiasa menggunakan software berbeda untuk mata kuliah berbeda, kami akan mengakui bahwa kami BISA menggunakan daftar software tersebut. Not as an expert—at that moment, indeed—yet can be further advanced.

The skill.

Wkwkwkwk… Ribet yak.

Itulah yang disebut menjadi bisa a la biasa.

Poinnya adalah, apapun yang kita—khususnya saya—pelajari saat ini merupakan cikal bakal. Mau dielaborasi apa nggak itu semua tergantung keputusan personal, atau lebih tepatnya tergantung keadaan. In my case, saat ini saya lebih into ArcGIS/ArcView, padahal pas tesis lebih ke PCRaster make ArcGIS dikit-dikit juga si. Sewaktu kuliah undergraduate sebenarnya benci banget sama pelajaran dan praktikum menggunakan software GISitu karena ada faktor xxxx juga sebenernya—eh, sekarang apa-apa lebih pengen dimapping aja.

Itulah hidup.
Wassalam.

Till the next post
cheers,

atviana

ps: berikut ini daftar jams saya saat ini
Flashlight—Jessie J
Let’s not fall in love and Sober—Big Bang

Advertisements