Tags

, , , , , , , , , , , ,

—aaah… yang namanya emergency pasti dadakan lah ya…—

 

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Apa kabarnya reader sekalian??
Wish for your healthy and happy days.

Mau curcol soal peristiwa di weekend kemarin. Hahaha…
Saya mendadak harus masuk UGD gegara hal yang sangat-sangat nggak keren: keracunan makanan slash infeksi saluran pencernaan slash diare. Malaria dan Tipus masih kalah saing. Dua hal itu belum pernah bikin saya collapse sampai butuh asupan IV, tapi gegara salah makan saya harus melarikan diri sendiri ke Emergency Roomliterally demikian karena saya harus berjuang sendiri untuk sampai di rumah sakit, yang bagian itu nggak usah dibahas lah ya… Poor me!!

Anyway, ada hal jujur yang pengen saya kemukakan. Sebelum memutuskan untuk ke UGD saya sebenarnya bimbang, tahu betul bahwa it would cost me alot of money, karena Asuransi Kesehatan yang saya punya tidak menutupi rawat jalan. I know that beforehand! Kemudian saya akhirnya nggak kuat, cuss tetap pergi ke UGD jam 3 pagi.

Yang mau saya ungkapkan adalah alasan lain selain “saya udah nggak kuat”Curiosity dan keinginan terpendam saya untuk merasakan sensasi ER ala-ala Grey’s Anatomy (GA) adalah sebabnya. Such a weird obsession tho.  Bukan berarti saya pengen terjebak dalam kondisi begitu seperti yang sering ditayangkan dalam drama, karena pada dasarnya kondisi ER di GA itu terlalu traumatis. Mungkin normalnya nggak se-drama itu, tapi kan tetep aja.

GREY'S ANATOMY - ABC's Season 8 casts

GREY’S ANATOMY – ABC’s Season 8 casts

Oke balik ke ruang emergency minggu lalu—perlu disebutkan disini, ini adalah ER salah satu rumah sakit fancy di Jakarta, apa yang saya harapkan soal perawatan ala-ala GA emang saya rasain. Wkwkwk…

Mulai dari staff rumah sakit yang hospitality nya ampun-ampunan, peralatan yang canggih dan suasanya yang nyaman banget. Hanya saja ada dua after effect nya, yang bikin kepala nyut-nyutan: (1) Tagihan yang mahal dan (2) obatnya yang keras.

Ini dimulai saat saya tiba, langsung mendaftar—bagian yang sangat saya sesalkan—karena saat itu saya datang seorang diri, eh masih disuruh ngisi form. Nggak liat apa saya rasanya udah nggak punya tenaga. Akhirnya saya ngisi form pendaftaran dengan kepala yang lengket di atas meja.

Setelah itu saya diminta berbaring disalah satu ranjang, dan diinterogasi symptoms nya apa saja, alergi obat apa saja, riwayat sakit apa saja, dan lain sebagainya oleh nurse yang berjaga. Sesaat kemudian dokter cakep datang memeriksa—ini sebenernya di luar espektasi saya, tapi saya sedang beruntung. Setelah diperiksa oleh dokter, saya akhirnya diberi infuse cairan elektrolit, dan obat serta diambil darah untuk diperiksa lengkap. Setelah itu saya disuruh istirahat.

Emergency Mendadak

Beberapa jam kemudian, lab darah saya sudah keluar, daaaan leukosit saya tinggi meeen. Fix, infeksi. Kemudian saya segera diresepkan obat dan saya diperbolehkan pulang.

Setelah sampai rumah, saya melihat rincian tagihan rumah sakit, dan obat-obatan yang diresepkan. Memang cenderung mahal. Espektasi saya obat-obat tersebut bukan obat generic dan sifatnya keras. Benar saja. Saya memang agak sensitive untuk hal ini—selama saya mengkonsumsi obat, kepala saya nyut-nyutan dan benar-benar terasa.

Alhamdulillah hari ini saya sudah berasa enakan. Sejak hari senin saya sudah masuk kantor si sebenarnya dan sudah beraktivitas seperti biasa. Hanya saja saya jadi lebih parno milih-milih makanan sejak itu, dan—kayaknya pengaruh obatnya juga—pencernaan saya lancaaaaar sekali sodara-sodara.

Sekian.

Stay healthy guys, sehat itu bener-bener mahal—kembali kebayang total tagihan kemaren!

Wkwkwkwk.

Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

 

Cheers
atviana

 

Advertisements