Tags

, , , , , , , , , , , ,

Hujan Bulan Juni: Leaf

Assalamu ‘alaykum reader sekalian…

Apa kabar? Selamat Tahun baru yaa…

Ini adalah tulisan pertama saya di tahun 2014, dan untuk mengawali tahun ini saya menulisnya dalam Bahasa Indonesia dengan pertimbangan materi isi tulisan. Well, awal tahun ini saya mendapat kiriman hadiah dari sahabat saya Firdani Asri di Pekayon yakni buku kumpulan sajak Hujan Bulan Juni karya Bapak Sapardi Djoko Damono edisi terbaru. You guess what? Saya sudah ngidam buku ini semenjak pertama rilis sekitar pertengahan tahun 2013, namun belum kesampaian. Baik karena masalah finansial, ada kebutuhan lain yang lebih mendesak, sampai gak nemu bukunya di toko buku serta beragam masalah lain. Daaan I got this book as present finally. Like what I said on my facebook status update on January 10th:

A very very early birthday present, it’s just like June comes 6 months earlier!

Sebelumnya saya pernah membuat ulasan mengenai salah satu puisi yang ada dalam buku ini yang juga dipakai menjadi judul: Hujan Bulan Juni disini. Kali ini saya ingin menyampaikan kesan saya terhadap si Buku. Bukan review apalagi kritik, karena saya nampaknya kurang kredibel untuk melakukan itu.

Aku Ingin Salah satu sajak favorit saya!

Aku Ingin
Salah satu sajak favorit saya!

Bisa dikatakan si Buku memenuhi dan menjawab segala hal berkaitan dengan kriteria-kriteria yang saya sukai. Terlepas dari fakta besar bahwa apa-apa yang ditulis oleh Sapardi layaknya cermin isi hati saya, saya seperti melihat diri saya dalam karya-karya beliau. Kata yang tidak saya ungkapkan, perasaan yang tidak saya tunjukkan —seperti yang pernah saya ungkapkan lewat twitter. Gaya penulisan beliau pun adalah favorit saya, entah kenapa. Ibarat seorang lain yang khusus berbicara mewakili saya.

Lihat saja:

/5/ 
apa lagi yang bisa ditahan? beberapa kata 
bersikeras menerobos batas kenyataan  
setelah mencapai seberang, masihkah bermakna, 
bagimu, segala yang ingin kusampaikan?

Sajak-sajak Empat Seuntai

(1989)

Halaman Muka

Halaman Muka

Dimulai dari layout halaman muka, dan lembar pertama, well, the publisher seems know me so well, they know what I will fall in love with, and I actually really love it. Meskipun nampaknya gambarnya nggak original. Mungkin akan lebih wow, kalo foto yang dipake original khusus untuk buku ini disumbang oleh fotografer siapaaa gitu, gema eksklusif dan spesialnya akan lebih terasa. Kemudian pembatas buku yang menyerupai selembar daun musim gugur Oh, apalagi yang kurang coba?

Daun Musim Gugur

Daun Musim Gugur

Dan tidak bisa dipungkiri, seperti yang sudah pernah saya sampaikan pada postingan saya sebelumnya tentang Hujan Bulan Junisekedar asumsi— bahwa Sapardi mencintai hujan—sama seperti saya. Hampir semua sajak dalam buku ini berkaitan atau berbicara tentang hujan dan momennya tepat sekali. Momen karena saya membaca ini di musim hujan dimana hujan terus turun, baik pagi, siang maupun sore harijadi lebih terasa pemaknaannya— dan kemudian momen sebagai hadiah ulang tahun saya—saya anggap saja begitu, entah aci menganggapnya bagaimana— karena saya lahir di Bulan Juni.

Jadi katakanlah buku ini adalah jack of all trades bagi saya.

When I got the package!

When I got the package!

Aniway, Out of the topic, sekarang saya lagi menikmati My Love From Another Star, drama yang dibintangi Kim Soo Hyun dan Jun Ji Hyun dan saya juga lagi suka minum minuman seral coklat hangat! Satu hal yang bisa saya katakan soal dramanya: Thumbs up buat script writer, director, casts and crew. They just know how to make it into adorable complicated-thrilling-yet-funny-romantic drama! Masih on going loo!

Kim Soo Hyun is reading his script.

Kim Soo Hyun is reading his script.

Cheers

atviana

Advertisements