Tags

, , , , , , , , , , , ,

Previous chapter

~~~

Sahabat itu Selamanya – Friend is Forever

Chapter 5 – End

~~~

“Hai Lily, kau tampak cantik,” Sirius Black dengan setelan tuksedo putih berdiri di ambang pintu memandang lurus ke arah Lily yang kemudian berhenti menulis.

“Oh, Sirius, kau baru datang. Kau hampir saja membuat James gila. Dikiranya kau akan mengahancurkan acaranya,” kata Lily kemudian.

“James tidak akan pernah berpikir aku akan membuat pestanya lancar-lancar saja tanpa gangguan.” Sirius tertawa, mencium tangan Lily yang diulurkannya sopan ke arah Sirius.

“Mana Remus? Peter?” tanya Lily kemudian sambil berdiri dan merapikan ujung gaunnya di depan kaca.

“Oh mereka berdua menenangkan James, sudah kayak orang gila saja dia itu,” Sirius tertawa. “Oh iya Lily, sudah mantap?” tanya Sirius menggoda. “Kupikir hari ini tidak akan pernah terjadi, dan hanya menganggap impian muluk-muluk James.”

Lily tertawa, “Kuharap, aku tidak mengacaukan impianmu untuk masa depan Sirius,” Lily berujar, senyum masih menghiasi bibirnya. Ia nampak sangat cantik dengan balutan gaun putih dan bunga Lily di tangannya. Sebuket Lily untuk Lily rasanya pantas.

“Tidak, tentu saja tidak, karena aku tak pernah bisa membayangkan James dalam keadaan tanpa Lily Evans, atau Lily Potter sebentar lagi?”

Pipi Lily kemudian bersemburat merah. Percakapan itu harus dihentikan saat Mr. Evans masuk ke dalam ruangan diikuti oleh istrinya yang sudah berurai air mata.

“Oh rupanya di sini pendamping mempelai pria kita, Mr. Black sebaiknya Anda keluar sekarang, acaranya akan dimulai,” kata Mr. Evans pada Sirius.

“Sampai nanti Lily,” Sirius beranjak dari tempatnya berdiri. Lily memberikan pandangan galaknya.

“Jadilah pendamping yang baik Sirius, kalau tidak James akan membunuhmu,” kata Lily mengiringi kepergian Sirius.

“Sudah siap sayang?” tanya Mr. Evans mantap pada Lily, Lily pun mengangguk mantap. Mrs. Evans memeluk putrinya singkat, kemudian bergegas keluar ruangan menuju tempat duduknya.

Lily kembali menatap buku hariannya yang didalamnya terselip selembar perkamen yang baru selesai ditulisnya tadi. Ia tersenyum sesaat. Mungkin surat itu tidak akan pernah sampai kepada orang yang di tujunya. Tetapi ia percaya perasaannya akan tetap tersampaikan, seperti kata James, karena Sahabat itu Selamanya. Sev, kau pasti akan mengerti…

Dear Severus…

Sudah lama ya, kita tidak bertemu,
Kau tahu aku sangat merindukanmu…
Aku sudah dengar banyak hal tentangmu saat ini, aku berusaha untuk tidak mempercayainya, malah terus beranggapan bahwa kau melakukannya karena tidak sengaja, atau karena kau terlalu sayang padaku.
Severus, aku sayang padamu, kau sahabatku yang paling berarti,
Kau tidak pernah tergantikan oleh siapapun, karena kau tidak pernah sama dengan mereka…
Tahukah kau Severus, tapi pastinya kau sudah tahu, beritanya menyebar cepat sekali,
Hari ini aku akan menikah, dengan James,
Seseorang yang pernah kukatakan dan kau juga katakan arogan culas, dan lain, dan lainnya, ternyata akan menjadi suamiku…
Lucu ya…
Hanya saja dia tidak akan pernah sama sepertimu, dia itu pelengkapku,
Karena rusa betina tidak akan pernah lengkap tanpa rusa jantan,

Kuharap kau sekarang baik-baik saja,
Sev, jaga dirimu baik-baik, karena kau tahu dirimu sangat berarti….

Love

Lily

~~~

Thank you for being patience and enjoy…

cheers

atviana

Advertisements