Tags

, , , , , , , ,

“Kemana arah angin akan menerbangkannya?”

sejenak aku berhenti dan terpekur,

menata kembali helai demi helai sayap-sayap tipisnya – yang seindah pelangi— dalam telakupan jemari.

Kemudian aku memilih untuk tidak berpaling,

walau hanya sekedar melihat kemana arah dedaunan itu pergi dibawa hembusan-hembusan angin.

Dan aku akan terus berjalan,

dengan harapan serta mimpi-mimpi yang tergenggam tanpa berniat untuk melepaskan.

Bukit demi bukit, hingga puncak tertinggi, yang kutahu tidak akan pernah ada.

Jangan pernah menyerahkannya, karena ia hanya akan diterbangkan percuma.

favim.com

~harapan itu akan selalu menjadi milikmu, mimpi juga akan selalu menjadi milikmu, maka wujudkanlah…

cheers

atviana

Advertisements