Tags

, , ,

Awal bulan lalu saya menghabiskan genap enam hari di Jogjakarta. Perjalanan ke Jogjakarta saya lakukan karena ada sebuah misi penting *ceilah.. yang harus dilakukan di UGM, dan saya sempat mengunjungi Prambanan. FYI, kunjungan pertama saya ke Prambanan adalah saat berumur satu setengah tahun, dan kunjungan kedua terjadi 21 tahun kemudian.. (ckckckck..)

Candi dengan latar keagamaan Hindu ini sering menjadi lokasi peribadatan. Dengan latar belakang legenda Roro Jonggrang, Kompleks Candi Prambanan memiliki seribu stupa, namun tidak utuh lagi sekarang, karena tidak direstorasi (sulit menemukan bentukan aslinya) dan rusak karena gempa Jogja lalu.

Saat mengunjungi lokasi sejarah/prasejarah, biasanya saya memang merasakan aura dan sensasi yang sebenernya agag horor, tapi saya tepis, toh ini siang hari juga dan enjoy ajalah. Kejadian menariknya adalah, puncak dari perasaan horor dan parno setelah berkeliling.

Berujung saat Lia dan saya memasuki area museum di ruangan kedua, baru satu langkah kami memasuki yang remang dan ruangan tanpa pengunjung lain dengan beragam benda pajangan yang tentunya sangat bersejarah, terjadi ledakan kecil yang membuat kami lari terbirit-birit. Ditengah hiruk pikuk, teriakan dan lari serabutan itu saya hendak tertawa, pasalnya kehororan yang sudah dirasakan sejak tadi dilengkapi dengan ledakan. Histeris lah seketika, dan mencari petugas yang anehnya susah banget ditemukan. Dan oh la la ternyata ada ledakan karena kerusakan rangkaian listrik… -___-”

hahahaha…

What a shock therapy…

Cheers

Atviana

Advertisements