Tags

, , , , , ,

Memasuki Bulan Juni ini, saya jadi ingin berbagi sesuatu yang sangat menarik. Note ini saya buat khusus untuk para Pecinta Hujan, Sang Bulan Juni (para Juniers yang lain), ataupun para fans besar Sapardi Djoko Damono lainnya…

Enjoy…

***

Hujan Bulan Juni

Sapardi Djoko Damono (1994)

tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

***

Bulan Juni, secara umum di Tanah Air merupakan bulan musim kering, kalau dalam konteks Meteorologi, satu musim bulan kering pada masa ini disimbolkan dengan singkatan JJA, yakni bulan musim kering Juni-Juli-Agustus, dimana setiap analisis kekeringan, selalu akan diwarnai oleh ketiganya.

Hujan di Bulan Juni mewakili makna keindahan hujan di tengah keringnya suasana, bagai oase di tengah tandusnya padang, bagai kesejukan di sela siang hari yang panas. Turunnya sangat dinantikan, namun seperti yang diungkapkan Sapardi di atas, begitu cepat, seperti terserap muka bumi yang kehausan..

Melihat banyaknya karya Sapardi tentang hujan, saya jadi berpikir, sepertinya sang Maestro juga sangat mencintai hujan..

jadi langsung ingat ini:

aku ingin mencintaimu dengan sederhana,
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..

kemudian puisi-puisi bertemakan hujan karya beliau yang lain:

  • Black Magic Rain (translated by Harry G Aveling)
  • Sihir Hujan (1984)
  • Kuhentikan Hujan
  • Hujan dalam Komposisi 1
  • Hujan, Jalak dan Daun Jambu
  • Sehabis Hujan

heeewww…

banyak sekali, dan mungkin masih banyak yang lain lagi…

menurut saya puisi-puisi karya Sapardi begitu manis, kata-katanya ringan tapi kesan serta maknanya tidak seringan penyampaiannya…

jadi ingin mengumpulkan karya-karyanya yang lain..

through the window pane

through the window pane

Membaca puisi ini, mengingatkan saya bahwa Sang Maestro sangat menghargai Hujan bulan Juni dengan setiap hal yang menyertainya, keindahan, dan penantian akannya, makna dan seluruh kebahagiaan yang dibawanya.

hhmm…  saya hadir di muka bumi ini juga tepat saat bulan Juni, saat hawa panas melingkupi, dan saya juga mencintai hujan, terbersit keinginan:

saya ingin menjadi Hujan Bulan Juni..
bagi orang-orang yang saya cintai,
untuk sekeliling,
untuk mengukir kebahagiaan,
di wajah-wajah mereka..

c:

atviana

*Jika ada kesalahan data, mohon diralat yaaa…
*baca ulasan mengenai Buku Hujan Bulan Juni di sini.

Advertisements