Tags

, , , ,

A woodland in full color is awesome as a forest fire, in magnitude at least, but a single tree is like a dancing tongue of flame to warm the heart. Hal Borland.

You know what?? Hampir setiap tahun di Indonesia terjadi peristiwa kebakaran hutan dan lahan terutama di Kalimantan. Contohnya kebakaran tahun 1997/98 merupakan kebakaran terbesar dalam beberapa kurun waktu terakhir. Sebagai gambaran, menurut Pak Tacconi (2003)  seluas  11,8 juta ha area di Indonesia terbakar dan 18% atau sebesar 2.1 juta ha di antaranya adalah lahan basah yang mencakup lahan gambut.

Api akan lebih mudah menyebar pada lahan gambut yang telah terdegradasi

Patut dicatat bahwa Indonesia merupakan negara tropis dengan lahan gambut terluas yakni sekitar 16 – 22.5 juta ha, tersebar di Sumatera, Kalimantan dan Papua (Hooijer et al. 2006, Agus dan Subiksa 2008). Mengapa lahan gambut menjadi perhatian? Banyak faktor yang mendukung pemusatan fokus pada lahan gambut. Lahan Gambut merupakan penyimpan sebagian besar cadangan karbon terrestrial di dunia. Sebesar 42 Gt Karbon diperkirakan tersimpan pada lahan gambut di wilayah Asia Tenggara (Hooijer et al. 2006), dan  16 – 30 Gt di antaranya ada di Indonesia (Sorensen 1993, Wahyunto et al. 2005). Dimana saat terbakar total karbon yang teremisikan diperkirakan sebesar 0.81 – 2.57 Gt atau rata-rata sebesar 1.4 Gt/tahun dalam rentang waktu 1997-2006 (Page et al. 2002, Hooijer et al. 2006). Serta sebanyak 60 persen kabut asap di wilayah Asia Tenggara pada tahun 1997/98 terjadi akibat kebakaran lahan di Indonesia (Tacconi, 2003).

Selain fungsi Carbon Sequestration, lahan gambut memiliki peran sentral dalam kesetimbangan ekosistem dan tata air lahan rawa, fungsinya tidak lain tidak bukan, sebagai reservoir air, menyimpan di kala air melimpah, dan memberi cadangan di kala air menjadi komoditas langka (Sorensen 1993, Notohadiprawiro 1997, Wahyunto et al. 2005). Namun fungsi ini sepertinya tidak lagi berperan banyak dalam ekosistem global. Mengapa? Karena sebagian besar lahan gambut berada pada tingkat degradasi lahan yang berbeda-beda pada berbagai wilyah. Disinyalir kebakaran lahan merupakan sebab yang paling memperparah kerusakan di lahan gambut (Hoscillo et al. 2008).

Beberapa dekade terakhir menunjukkan peningkatan intensitas dan skala kebakaran lahan (Page et al. 2002), sehingga menjadi penting untuk analisis lebih lanjut terutama mengenai penentuan tingkat resikonya. Well, itulah sedikit banyak yang saya jabarkan dalam background thesis saya.. hahaha.. dalam usaha memperoleh gelar sarjana..

Bisa disimpulkan, study yang saya lakukan ini basisnya adalah kajian pustaka, and it means, saya musti baca-baca-baca-baca banyaaaaaak bahan untuk dirumuskan menjadi sebuah karya tulis. Selain itu, saya harus kembali belajar menulis untuk menghasilkan tulisan yang padat, ringkas, koheren dan sesuai dengan aturan.

Beberapa sumber yang librarynya banyak menguak masalah kebakaran lahan gambut:

Dan apabila anda berminat dengan bahan yang saya miliki, just email me at (fitrie.atviana@yahoo.com).. and if I have what you need, it would be a pleasure to share.. ahahaha…

Wish me luck for this Life process readers..

Have a nice day!!

atviana

*ps: Thanks to Greenpeace for their nice image.. check their webpage -Greenpeace Indonesia-

Advertisements